back to top
Jumat, Juni 12, 2026

Syaifudin Zuhri Beberkan Strategi Menulis Jurnal agar Lolos SINTA

NUMalang – Mahasiswa Universitas Al-Qolam Malang mendapatkan bekal penting mengenai strategi publikasi ilmiah dalam kegiatan PINTER (Pekan Inovasi dan Riset) 2026 yang mengusung tema “Kreativitas Ilmiah Sebagai Langkah Menuju Indonesia Emas”. Materi tersebut disampaikan oleh Syaifudin Zuhri, S.Pd., yang membahas langkah-langkah efektif agar artikel ilmiah dapat diterbitkan pada jurnal terindeks SINTA.

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Gedung Pascasarjana Universitas Al-Qolam Malang itu diikuti mahasiswa dari berbagai program studi. Dalam pemaparannya, Syaifudin menegaskan bahwa tantangan terbesar mahasiswa dalam publikasi ilmiah bukan semata kemampuan menulis, melainkan pemahaman terhadap sistem publikasi jurnal dan standar yang diterapkan pengelola jurnal.

Menurutnya, banyak artikel ditolak bukan karena kualitas penelitian yang rendah, tetapi karena penulis kurang memahami kesesuaian ruang lingkup jurnal, format penulisan, serta ketentuan teknis yang harus dipenuhi.

“Mahasiswa sering kali berpikir bahwa menulis jurnal itu sulit. Padahal yang paling penting adalah memahami kebutuhan jurnal tujuan. Banyak artikel sebenarnya layak terbit, tetapi ditolak karena tidak sesuai dengan ruang lingkup jurnal atau tidak mengikuti template yang ditentukan,” ujar Syaifudin.

Pada kesempatan tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai tahapan publikasi ilmiah, mulai dari menentukan topik penelitian, menyusun kerangka artikel, memilih jurnal sasaran, hingga memahami proses review yang dilakukan editor dan reviewer.

Syaifudin menjelaskan terdapat beberapa strategi yang dapat meningkatkan peluang artikel diterima oleh jurnal terindeks SINTA. Di antaranya memilih topik yang relevan dan memiliki unsur kebaruan, menggunakan referensi ilmiah terbaru, menyesuaikan naskah dengan template jurnal tujuan, serta melakukan pengecekan plagiasi sebelum artikel dikirimkan.

“Jangan menulis artikel terlebih dahulu baru mencari jurnal. Cara yang lebih efektif adalah menentukan jurnal tujuan sejak awal, kemudian menyesuaikan artikel dengan karakteristik jurnal tersebut,” jelasnya.

Selain membahas teknik publikasi, Syaifudin juga menyoroti pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam proses penelitian. Ia menilai AI dapat digunakan sebagai alat bantu untuk meningkatkan kualitas tulisan akademik selama dimanfaatkan secara etis dan tidak menggantikan kemampuan berpikir kritis peneliti.

Sesi diskusi berlangsung interaktif. Sejumlah peserta mengajukan pertanyaan mengenai pengalaman menghadapi revisi dari reviewer jurnal. Menanggapi hal itu, Syaifudin mengingatkan bahwa revisi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses publikasi ilmiah.

“Reviewer bukan mencari kesalahan untuk menjatuhkan penulis. Justru mereka membantu meningkatkan kualitas artikel. Karena itu, revisi harus dipandang sebagai proses pembelajaran akademik,” katanya.

Panitia PINTER 2026 menilai materi tersebut relevan dengan kebutuhan mahasiswa dalam meningkatkan produktivitas publikasi ilmiah. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai proses publikasi dan mampu menghasilkan karya ilmiah yang memenuhi standar jurnal bereputasi.

Kegiatan PINTER 2026 juga menjadi upaya mendorong lahirnya penulis muda dan peneliti pemula yang mampu berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta memperkuat budaya akademik di lingkungan perguruan tinggi.

“Karya ilmiah yang baik bukan hanya selesai ditulis, tetapi mampu dipublikasikan, dibaca, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Di situlah esensi sesungguhnya dari sebuah penelitian,” pungkas Syaifudin Zuhri (*)

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Gedung Pascasarjana Universitas Al-Qolam Malang itu diikuti mahasiswa dari berbagai program studi. (numalang.id)
spot_img
spot_img
-- advertisement --spot_img

Artikel Pilihan