Kepanjen, NUMALANG — Bupati Malang Sanusi membuka Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup 2026 Road to POPDA di GOR Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (5/9/2026). Kejuaraan yang digelar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Malang tersebut diikuti sekitar 800 peserta dari 22 perguruan pencak silat se-Kabupaten Malang.
Pembukaan kejuaraan turut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi, S.Sos., Kapolres Malang, Dandim, perwakilan Bank Jatim, serta sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan olahraga di Kabupaten Malang.
Bupati Cup 2026 menjadi bagian dari upaya IPSI Kabupaten Malang memperkuat pembinaan atlet sekaligus menjaring pesilat muda potensial yang diproyeksikan memperkuat kontingen Kabupaten Malang pada POPDA Jawa Timur 2027.
Ketua Umum IPSI Kabupaten Malang Zia’ul Haq mengatakan Bupati Cup bukan sekadar kompetisi untuk memperebutkan medali. Kejuaraan tersebut juga menjadi ruang evaluasi terhadap proses pembinaan yang dilakukan masing-masing perguruan.
“Bupati Cup 2026 ini bukan sekadar kompetisi di atas matras. Ini merupakan wadah pembinaan, evaluasi, sekaligus pencarian bibit atlet berprestasi yang diproyeksikan membawa nama Kabupaten Malang ke tingkat yang lebih tinggi,” ujar Zia’ul Haq.
Antusiasme perguruan terlihat dari jumlah peserta yang mencapai sekitar 800 atlet. Sebanyak 22 perguruan pencak silat mengirimkan atlet terbaiknya untuk berkompetisi dalam kejuaraan tersebut.
Salah satu kontingen dengan jumlah peserta terbanyak adalah Pagar Nusa Kabupaten Malang. Perguruan tersebut mengirimkan 130 atlet untuk mengikuti Bupati Cup 2026.
Ketua Pagar Nusa Kabupaten Malang Saiful Anam mengatakan keikutsertaan dalam jumlah besar bukan semata-mata untuk mengejar jumlah medali. Menurut dia, kesempatan bertanding menjadi bagian penting dari proses pembinaan untuk menguji kemampuan sekaligus membentuk mental para atlet.
“Kami mengirimkan 130 atlet karena kami ingin memberikan ruang seluas-luasnya kepada kader dan pesilat muda Pagar Nusa untuk mendapatkan pengalaman bertanding. Bagi kami, setiap pertandingan adalah proses belajar untuk mengukur kemampuan, membangun mental, disiplin, dan sportivitas,” ujar Saiful Anam.
Ia menegaskan, Pagar Nusa Kabupaten Malang tidak ingin pembinaan berhenti pada rutinitas latihan. Para atlet perlu diberi kesempatan tampil dalam kompetisi yang terukur agar pelatih dapat melihat perkembangan mereka secara objektif.
“Kami ingin pembinaan berjalan dari bawah dan dilakukan secara berkelanjutan. Atlet tidak cukup hanya berlatih, tetapi harus berani turun bertanding, belajar menghadapi tekanan, menghormati lawan, dan menerima hasil dengan sportif. Dari proses seperti inilah kami berharap muncul atlet-atlet yang benar-benar siap berprestasi,” katanya.
Menurut Saiful, Bupati Cup 2026 juga menjadi momentum bagi seluruh perguruan untuk bersama-sama membangun masa depan pencak silat Kabupaten Malang.
“Kami tentu berharap ada atlet Pagar Nusa yang mampu meraih prestasi terbaik. Namun yang lebih penting, kami ingin ikut menyukseskan pembinaan pencak silat Kabupaten Malang. Kalau pembinaannya kuat dan semua perguruan bersinergi, insyaallah akan lahir atlet-atlet yang mampu membawa nama Kabupaten Malang ke tingkat Jawa Timur, nasional, bahkan internasional,” ujar Saiful.
Bupati Cup 2026 juga menjadi bagian dari tahapan menuju POPDA Jawa Timur 2027. Para atlet yang menunjukkan performa terbaik akan diproyeksikan mengikuti proses seleksi untuk memperkuat tim Kabupaten Malang sesuai mekanisme yang ditetapkan.
Selain kompetisi, panitia menyiapkan sejumlah doorprize berupa perlengkapan latihan pencak silat bagi peserta.
Dengan melibatkan 22 perguruan dan sekitar 800 atlet, Bupati Cup 2026 menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan pencak silat di Kabupaten Malang sekaligus menjaring talenta baru untuk bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Kontributor: M Basori




