Malang — Ribuan masyarakat menyambut kedatangan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di kawasan Bandara Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jumat (17/7/2026). Kunjungan Presiden merupakan bagian dari agenda kerja menghadiri panen raya di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
Dalam penyambutan tersebut, keluarga besar pencak silat se-Malang Raya hadir dalam satu barisan di bawah koordinasi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Malang dan IPSI Kota Malang. Para pendekar dari berbagai perguruan mengikuti kegiatan sebagai bentuk penghormatan kepada Kepala Negara sekaligus menyampaikan pesan persaudaraan di antara sesama pesilat.
Ketua PC Pagar Nusa Kabupaten Malang, Saiful Anam, mengatakan keterlibatan Pagar Nusa merupakan tindak lanjut dari instruksi organisasi yang diwujudkan melalui kolaborasi antara PC Pagar Nusa Kabupaten Malang dan PC Pagar Nusa Kota Malang.
“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Presiden Republik Indonesia yang akan menghadiri panen raya di Kecamatan Pakis. Kami menyambutnya dengan penuh semangat sebagai bentuk loyalitas kepada bangsa dan negara. Di sisi lain, momentum ini menjadi ruang untuk mempererat tali silaturahmi di antara sesama pendekar,” ujar Saiful.
Menurut Saiful, pencak silat tidak hanya mengajarkan ketangkasan fisik, tetapi juga membentuk karakter, adab, dan semangat persaudaraan. Oleh karena itu, setiap momentum yang mempertemukan para pesilat dapat menjadi sarana memperkuat ukhuwah di tengah keberagaman perguruan.
Senada dengan itu, Wakil Ketua PC Pagar Nusa Kota Malang, M. Ghufron, menilai kebersamaan antarpesilat menjadi modal penting dalam menjaga persatuan serta memperkuat semangat kebangsaan.
Kegiatan penyambutan juga dihadiri jajaran pengurus IPSI Kabupaten Malang dan IPSI Kota Malang, di antaranya Ustaz Khoirul Anam, Agus Tatok, serta sejumlah pengurus lainnya.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak sebelum Presiden tiba. Warga dari berbagai kalangan memadati area penyambutan bersama para pesilat dari berbagai perguruan. Perbedaan atribut dan identitas organisasi tidak menghalangi terciptanya suasana yang tertib, hangat, dan penuh kebersamaan.
Momentum penyambutan tersebut tidak hanya menjadi rangkaian kegiatan kenegaraan, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antarpesilat serta memperkuat semangat persatuan dan kebangsaan di tengah masyarakat.
Kontributor: Saiful Anam




