Batu, NUMALANGID – Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PSNU Pagar Nusa Karangploso, Kabupaten Malang, Ali Mashuri, mengapresiasi dukungan berbagai pihak terhadap pembinaan atlet yang berhasil meraih 40 medali dalam Kejuaraan Pencak Silat Santri Cup VI 2026 di Kota Batu, (7–8/11/2026).
Dalam kejuaraan yang diselenggarakan Pimpinan Cabang (PC) Pagar Nusa Kota Batu untuk memperingati Hari Santri Nasional 2026 tersebut, kontingen Karangploso meraih Juara Umum I kategori remaja dan Juara Umum III kategori dewasa.
Ali menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjuangan para atlet. Secara khusus, ia menyampaikan penghormatan kepada Ketua MWC NU Karangploso, Gus Khoir, atas doa dan dukungan yang diberikan.
Ia juga mengapresiasi jajaran pengurus dan pelatih yang telah mendampingi proses pembinaan atlet hingga mengikuti kejuaraan tersebut.
Menurut Ali, pencak silat tidak hanya menjadi sarana olahraga dan kompetisi, tetapi juga wadah pembentukan karakter dan keberanian. Selain itu, pencak silat memiliki peran dalam melestarikan warisan budaya bangsa.

Dalam Santri Cup VI 2026, atlet Pagar Nusa Karangploso mengumpulkan 20 medali emas, 10 perak, dan 10 perunggu. Perolehan tersebut berasal dari empat kelompok usia, mulai usia dini hingga dewasa.
Pada kategori usia dini, atlet meraih dua emas, dua perak, dan tiga perunggu. Kategori praremaja menyumbangkan enam emas dan tiga perak.
Sementara itu, kategori remaja memperoleh delapan emas, tiga perak, dan lima perunggu. Adapun kategori dewasa meraih empat emas, dua perak, dan dua perunggu.
Selain dua gelar juara umum, kontingen Karangploso juga memperoleh penghargaan Pesilat Best of the Best.
Kejuaraan yang berlangsung di Gedung Singo Leksoni, Oro-Oro Ombo, Kota Batu, tersebut juga menjadi ajang mempererat persaudaraan antaranggota perguruan pencak silat IPSI Kota Wisata Batu dan Malang Raya, khususnya keluarga besar PSNU Pagar Nusa.
Ketua PC PSNU Pagar Nusa Kabupaten Malang, Saiful Anam, turut mengapresiasi capaian kontingen Karangploso. Ia menilai prestasi tersebut merupakan hasil kerja keras atlet, dedikasi pelatih, serta dukungan pengurus dan lingkungan Nahdlatul Ulama.
Saiful mengingatkan bahwa keberhasilan seorang pendekar tidak hanya diukur dari jumlah medali dan gelar juara, tetapi juga dari kemampuannya menjaga akhlak serta menghormati guru dan para kiai.
“Tetap rendah hati, jaga akhlak, dan ajari anak-anak untuk selalu sungkem kepada para kiai. Karena salah satu keberkahan Pagar Nusa terletak pada adab dan penghormatan kepada para guru serta kiai,” pesannya.
Ia berharap prestasi tersebut menjadi motivasi bagi Pagar Nusa untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan melahirkan generasi pendekar yang tangguh di gelanggang, santun dalam kehidupan sehari-hari, serta memiliki komitmen terhadap nilai-nilai Nahdlatul Ulama.
Kontributor: Saiful Anam




