back to top
Jumat, Agustus 21, 2026

Merawat Sanad Perjuangan, Malam Tirakat HUT RI ke-81 di TMP Coban Pejahe Khidmat Lantunkan Doa untuk Pahlawan

Jabung, NUMALANGID — Ratusan warga dari berbagai elemen, mulai dari tokoh masyarakat, pendekar pencak silat, badan otonom Nahdlatul Ulama, hingga akademisi, memadati Taman Makam Pahlawan (TMP) Coban Pejahe, Dusun Begawan, Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, Minggu (16/8/2026) malam.

Mengusung semangat hubbul wathon minal iman, kegiatan malam tirakat HUT RI ke-81 ini menjadi ikhtiar kolektif dalam nguri-uri sejarah sekaligus khidmat mendoakan para pejuang bangsa, khususnya Kompi Gagak Lodra yang gugur dalam mempertahankan kemerdekaan.

Suasana dingin perbukitan di kawasan TMP Coban Pejahe tidak menyurutkan langkah para jamaah yang hadir. Di bawah rimbun pohon besar dengan iringan gemuruh air terjun yang seakan menjadi saksi bisu, para jamaah duduk melingkar, memanjatkan doa demi kejayaan NKRI. Acara dibuka dengan tawasul dan pembacaan Surat Al-Fatihah yang dihaturkan khusus untuk almarhum Gus Said, sosok yang semasa hidupnya memiliki dedikasi tinggi dalam merawat situs bersejarah ini.

Kegiatan yang telah menjadi tradisi tahunan setiap malam 17 Agustus ini bukan sekadar seremonial. Juru kunci TMP Coban Pejahe, Kek Wur, dalam narasinya mengajak jamaah untuk meneladani kegigihan Kompi Gagak Lodra di bawah komando Kapten Sabar Sutopo. Dalam sejarahnya, kompi yang berada di bawah arahan Mayor Hamid Rusydi tersebut gugur dalam misi heroik penyelamatan pos TNI di Tosari, Pasuruan.

Dalam catatan Museum Brawijaya, Kompi Gagak Lodra merupakan bagian dari kekuatan gerilya rakyat yang teguh memegang prinsip kemerdekaan. Pada 20 Desember 1948, kompi ini dikepung oleh kekuatan besar Belanda yang mengerahkan Koninklijke Landmacht dan Mariniersbrigade akibat adanya pengkhianatan dari dalam. Nama “Gagak Lodra” sendiri menjadi simbol kecepatan, keberanian, dan kesetiaan dalam operasi gerilya senyap di wilayah Malang Timur.

Ketua PC LESBUMI Kabupaten Malang, Abdul Aziz Syafii, hadir membersamai malam tirakat HUT RI ke-81 di TMP Coban Pejahe, Jabung, untuk mengenang perjuangan Kompi Gagak Lodra. (foto: numalang.id)

Sejarawan LESBUMI PCNU Kabupaten Malang, Abdul Aziz Syafii, dalam ulasannya menegaskan bahwa menghidupkan kembali memori perjuangan ini adalah bagian dari menjaga marwah bangsa. Menurutnya, generasi saat ini wajib memiliki keberanian untuk melawan “penjajahan” dalam bentuk modern, seperti korupsi, manipulasi, serta bahaya narkoba yang dapat merusak masa depan generasi penerus.

“Tugas kita hari ini adalah melakukan rekonsiliasi dengan alam, merawat ekosistem hutan dan mata air, serta memperkuat jiwa kejujuran. Semangat nasionalisme ini harus berakar pada hubbul wathon minal iman,” ujar Aziz di hadapan para jamaah.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama, tahlil, dan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada para syuhada. Hadir dalam giat tersebut perwakilan Banser, Ansor, LESBUMI Jabung dan Pakis, LAD Duwet Tumpang, serta para mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Universitas Negeri Malang (UM) yang sedang mengabdi di wilayah tersebut.

Kontributor: Abdul Aziz Syafii

spot_img
spot_img
-- advertisement --spot_img

Artikel Pilihan