back to top
Sabtu, Agustus 15, 2026

Unesa dan Pondok Pesantren HM Al-Mahrusiyah Lirboyo Bersinergi Mengembangkan Ecopreneur Tekstil Berbasis Teknik Iron Blanket untuk Mendukung SDGs 4 dan 8

Kediri, NUMALANG.ID, 18 Juni 2026 – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melaksanakan kegiatan pengabdian bertajuk “Transformasi Tekstil Ecopreneur melalui Teknik Iron Blanket untuk Meningkatkan Kemandirian Ekonomi Santri Pondok Pesantren HM Al-Mahrusiyah Lirboyo” pada Kamis (18/6). Kegiatan berlangsung di MA Al-Mahrusiyah Lirboyo dan diikuti oleh 40 santri yang terdiri atas 21 santri putri dan 19 santri putra Pondok Pesantren HM Al-Mahrusiyah Lirboyo.

Program ini didukung oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Surabaya dengan mitra pelaksana Pondok Pesantren HM Al-Mahrusiyah Lirboyo. Tim PkM terdiri atas enam dosen, dua mahasiswa, dan dua alumni. Kegiatan diketuai oleh Aqim Amral Hukmi, S.Pd., M.Pd.

Adapun anggota tim dosen yang terlibat dalam kegiatan ini meliputi Agung Ari Subagio, M.Fil.I., Fera Ratyaningrum, S.Pd., M.Pd., Utari Anggita Shanti, S.Pd., M.Pd., Khoirul Amin, S.Pd., M.Pd., dan Abdul Aziz Khoiri, S.Pd., M.Pd. Tim tersebut bekerja secara kolaboratif dalam merancang, melaksanakan, dan mendampingi proses pelatihan ecopreneur tekstil bagi para santri.

Dalam sambutan pembukaan, Aqim Amral Hukmi menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman santri tentang potensi kewirausahaan kreatif di bidang tekstil sekaligus mengembangkan keterampilan praktis dalam pembuatan produk ecoprint melalui teknik Iron Blanket.

“Kegiatan ini bertujuan membuka pengetahuan serta melatih santri dalam mengembangkan usaha membatik dengan teknik Iron Blanket untuk meningkatkan kemandirian ekonomi santri. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal dalam menciptakan peluang usaha kreatif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan pondok pesantren, Eko Santoso, S.Pd. dan M. Asif Fadli Zamzami, S.Ag., S.Pd., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program pengabdian tersebut. Mereka menilai kegiatan ini memberikan kesempatan bagi santri untuk memperoleh wawasan dan pengalaman baru melalui pembelajaran yang memadukan kreativitas, keterampilan, dan pemanfaatan sumber daya alam di lingkungan sekitar.

“Meski tidak secara langsung berkaitan dengan ilmu agama, ilmu pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari kegiatan ini sangat bermanfaat. Kami berharap keterampilan yang diberikan dapat dikembangkan lebih lanjut oleh para santri sehingga memberikan nilai tambah bagi mereka di masa depan,” ungkap perwakilan pondok.

Kegiatan berlangsung dari pukul 08.00 hingga 12.00 WIB dengan rangkaian acara yang meliputi pembukaan, penyampaian materi mengenai teknik membatik Iron Blanket, praktik pembuatan produk tekstil ecoprint, finalisasi hasil karya, serta penutupan. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, terutama saat praktik langsung yang memungkinkan mereka menghasilkan karya tekstil bernilai ekonomi.

Melalui program ini, Tim PkM Unesa berupaya mengintegrasikan pendidikan kewirausahaan (ecopreneurship) dengan pemanfaatan sumber daya alam yang ramah lingkungan. Selain meningkatkan keterampilan seni dan kreativitas santri, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendukung pengembangan usaha berbasis produk tekstil berkelanjutan yang memiliki potensi pasar.

Mendukung SDGs melalui Pendidikan dan Kemandirian Ekonomi

Pelaksanaan kegiatan PkM ini memiliki keterkaitan yang kuat dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 8: Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).

Pada aspek SDG 4, kegiatan ini memberikan pengalaman pembelajaran berbasis praktik yang memperkuat pengetahuan, keterampilan, kreativitas, dan kompetensi kewirausahaan para santri. Proses pelatihan tidak hanya memberikan pemahaman mengenai teknik Iron Blanket dan ecoprint, tetapi juga mendorong peserta untuk belajar melalui pengalaman langsung, mulai dari mengenali bahan, mengolah motif, menghasilkan produk tekstil, hingga memahami potensi pengembangan produk menjadi komoditas bernilai ekonomi. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses terhadap pembelajaran keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dan peluang di masyarakat.

Sementara itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 8 melalui penguatan kapasitas kewirausahaan dan kemandirian ekonomi santri. Keterampilan membuat produk tekstil ecoprint berbasis teknik Iron Blanket dapat menjadi salah satu modal awal bagi santri untuk mengenali peluang usaha kreatif, mengembangkan produk bernilai tambah, serta membangun aktivitas ekonomi yang produktif. Konsep ecopreneurship yang diperkenalkan juga menekankan pentingnya mengembangkan usaha dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan dan pemanfaatan sumber daya secara bijak.

Sinergi antara keterampilan, kreativitas, kewirausahaan, dan prinsip ramah lingkungan tersebut sejalan dengan komitmen Unesa dalam mendukung pencapaian SDGs. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam transfer pengetahuan, tetapi juga mendorong terciptanya masyarakat yang memiliki kompetensi, produktivitas, dan kemampuan untuk mengembangkan potensi ekonomi secara berkelanjutan.

Program ini sekaligus mendukung program SDGs Unesa, khususnya pada aspek kewirausahaan dan inovasi berkelanjutan, melalui pengembangan keterampilan kreatif yang dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Pemanfaatan bahan-bahan alam dalam proses ecoprint juga memberikan perspektif kepada peserta bahwa inovasi produk dapat dikembangkan dengan memperhatikan nilai lingkungan dan potensi sumber daya lokal.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para santri Pondok Pesantren HM Al-Mahrusiyah Lirboyo tidak hanya memperoleh keterampilan baru dalam bidang tekstil kreatif, tetapi juga memiliki bekal pengetahuan dan pengalaman untuk mengembangkan usaha mandiri. Ke depan, keterampilan tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk kreatif yang memiliki nilai jual, membuka peluang ekonomi, serta mendukung terwujudnya generasi muda yang kreatif, produktif, mandiri, dan peduli terhadap keberlanjutan lingkungan. (Ahsan)

spot_img
spot_img
-- advertisement --spot_img

Artikel Pilihan