NUMALANGID, Gondanglegi – Siswa SMP dan SMK Al Lathifi Gondanglegi memperoleh materi literasi digital dan etika bermedia sosial dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Kamis (16/7/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Laboratorium Komputer SMK Al Lathifi Gondanglegi dan diikuti puluhan peserta didik dari jenjang SMP maupun SMK.
Materi bertema “Bijak Bermedia Sosial di Era Digital” disampaikan oleh Syaifudin Zuhri, S.Pd. Dalam pemaparannya, peserta dikenalkan pada perkembangan media sosial, dampak penggunaannya, serta pentingnya etika digital sebagai bekal dalam memanfaatkan teknologi informasi secara bertanggung jawab.
Syaifudin menjelaskan bahwa media sosial memberikan berbagai kemudahan dalam memperoleh informasi dan membangun komunikasi. Namun, penggunaan yang tidak disertai kesadaran dan tanggung jawab juga berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif. Karena itu, siswa perlu memahami manfaat sekaligus risiko media sosial sejak dini agar mampu menggunakannya secara bijaksana.
Dalam sesi tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan berbagai bentuk pemanfaatan media sosial yang produktif, seperti mengembangkan kreativitas, membangun portofolio, memperluas jejaring, serta menyebarluaskan informasi yang bermanfaat. Sebaliknya, penyebaran informasi yang tidak benar, perundungan siber, ujaran kebencian, dan kecanduan media sosial menjadi sejumlah risiko yang perlu dihindari.
Selain sebagai sarana komunikasi, media sosial juga dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan berbagai potensi dan prestasi sekolah kepada masyarakat. Beragam kegiatan positif SMP dan SMK Al Lathifi Gondanglegi, mulai dari proses pembelajaran, penguatan karakter, aktivitas organisasi siswa, hingga kegiatan ekstrakurikuler, dapat dipublikasikan melalui konten yang edukatif, kreatif, dan inspiratif.

Para peserta juga diperkenalkan pada dasar-dasar jurnalistik sekolah. Konten yang dipublikasikan melalui media sosial diharapkan tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga disusun berdasarkan fakta, memiliki nilai informasi, serta memperhatikan etika dalam penyampaian berita. Dengan demikian, media sosial sekolah dapat berkembang menjadi media informasi sekaligus ruang berekspresi bagi peserta didik.
“Media sosial hendaknya tidak hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai media belajar, berkarya, dan memperkenalkan berbagai kegiatan positif sekolah kepada masyarakat. Setiap unggahan akan membentuk citra diri sekaligus citra lembaga,” ujar Syaifudin Zuhri saat menyampaikan materi.
Peserta terlihat antusias mengikuti kegiatan. Hal itu ditunjukkan melalui berbagai pertanyaan yang disampaikan dalam sesi diskusi, mulai dari keamanan digital, teknik membuat konten yang menarik, hingga cara membangun citra positif di media sosial. Interaksi tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran siswa terhadap pentingnya literasi digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap budaya bermedia sosial yang sehat, bertanggung jawab, dan produktif dapat terus ditanamkan kepada peserta didik. Dengan pemanfaatan media sosial secara tepat, siswa diharapkan mampu membangun citra positif secara pribadi sekaligus berkontribusi dalam memperkenalkan SMP dan SMK Al Lathifi Gondanglegi sebagai sekolah yang aktif, kreatif, dan memiliki beragam kegiatan positif.




