NUMALANG.ID, Bululawang – Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) ke-VII Tahun 2026 tingkat Kecamatan Bululawang telah selesai. Ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Diniah Takmiliyyah (FKDT) Kecamatan Bululawang ini berlangsung pada hari Senin, 1 Juni 2026, bertempat di Pondok Pesantren Al-Munawwariyyah, Sudimoro, Kecamatan Bululawang.
Mengusung tema “Jadikan Negeri Dengan Budi Pekerti dan Diniyah yang Berprestasi”, Porsadin tahun ini diikuti oleh ratusan santri dari berbagai Madrasah Diniyah (Madin) se-Kecamatan Bululawang. Total peserta yang ditetapkan panitia melalui surat keputusan bernomor 06/PAN.PV/2026 mencapai 612 peserta, terdiri dari 456 peserta tingkat Ula (PA/PI) dan 156 peserta tingkat Wustha (PA/PI).
Berbagai cabang lomba dipertandingkan, antara lain Tahfidz Juz Amma (72 peserta), Puisi Islami (78 peserta), Pidato Bahasa Indonesia (68 peserta), Lari Sprint 100 meter (67 peserta), MQK Safinatunnaja (44 peserta), Kaligrafi (36 peserta), hingga Adzan (27 peserta). Seluruh peserta merupakan santri aktif MDT yang memenuhi batas usia: maksimal 13 tahun untuk tingkat Ula dan maksimal 15 tahun untuk tingkat Wustha per November 2026.

Setelah melalui rangkaian kompetisi yang ketat, panitia akhirnya mengumumkan perolehan point akhir. Madrasah Diniyah Fadhilatul Qur’an Wandanpuro keluar sebagai Juara Umum Porsadin 2026 dengan total point 105.
Berikut daftar 4 besar peraih total point terbanyak:
1. Fadhilatul Qur’an (Wandanpuro) – 105 Point
2. Al-Munawwariyyah – 63 Point
3. Annur 3 (Murah Banyu) – 56 Point
4. Al Hidayah (Sudimoro) – 48 Point
Ketua FKDT Kecamatan Bululawang, KH. Qomarudin Sholeh dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mensukseskan kegiatan ini. “Terima kasih kepada seluruh dewan guru, pembina, dan santri. Semoga Porsadin ini menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berakhlak mulia dan berprestasi,” ujarnya.
KH Qomarudin Sholeh, mengucapkan selamat kepada para pemenang, sekaligus kepada MDT Fadhilatul Qur’an yang berhasil meraih gelar juara umum. “Prestasi ini adalah hasil dari kerja keras dan pembinaan yang berkelanjutan. Semoga perwakilan kita nanti bisa berprestasi sampai tingkat nasional,” pesannya. (*)




