back to top
Jumat, April 4, 2025

Tetap Mengaji di Usia 70+, Mbah Yasin: Ilmu Harus Terus Dikejar

NUMALANG.ID, Sukun —Semangat menuntut ilmu agama tidak mengenal usia. Hal itu dibuktikan oleh pasangan suami istri, Mbah Yasin dan Mbah Minah, yang tetap aktif belajar mengaji meskipun telah berusia 70 tahun lebih. Di sela-sela kesibukan sehari-hari, keduanya tetap meluangkan waktu untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an bersama salah satu santri di lingkungan mereka.

Mbah Yasin sehari-hari bekerja sebagai teknisi di pengelolaan HIPAM di Gempol, Kelurahan Sukun, Kota Malang. Sementara istrinya, Mbah Minah, menjaga warung kelontong di rumah mereka. Kesibukan bukan menjadi halangan bagi keduanya untuk terus belajar. Dalam satu minggu, mereka mengaji dua kali, setiap hari Selasa dan Jumat setelah Isya.

Keinginan untuk mengaji ini bermula dari kebiasaan anak-anak di lingkungan sekitar rumah mereka yang belajar mengaji di rumah seorang santri. Melihat hal tersebut, Mbah Yasin dan istrinya merasa terdorong untuk ikut serta. Tidak hanya mereka, seorang tetangga bernama Bu Warlin pun turut bergabung dalam kegiatan mengaji ini.

“Alhamdulillah, sejak kami ikut mengaji, anak-anak tetangga rumah juga semakin banyak yang ikut. Meskipun tidak setiap pertemuan mereka hadir, setidaknya ada kesempatan bagi mereka untuk belajar,” ujar Mbah Yasin dengan penuh syukur.

Menurut Rodli Fasya, guru ngaji, kesempatan mengaji dan belajar membaca Al-Qur’an tidak terikat dengan umur.

“Contohnya beliau, meskipun usia tidak lagi muda tapi semangatnya luar biasa,” ujarnya.

Karena keterbatasan fisik, pengajian akhirnya diadakan di rumah Mbah Yasin sendiri. Hal ini sekaligus menjadi solusi agar mereka tetap bisa belajar dengan nyaman tanpa harus bepergian jauh. Sistem mengaji yang diterapkan pun lebih bersifat privat, sehingga mereka dapat belajar dengan lebih fokus.

Semangat belajar Al-Qur’an yang ditunjukkan oleh Mbah Yasin dan Mbah Minah menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar. Bahwa belajar tidak mengenal batasan usia, dan menuntut ilmu agama merupakan bagian dari usaha memperbaiki diri. Dari langkah kecil ini, mereka berharap kebaikan terus menyebar dan semakin banyak orang yang terdorong untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Alhamdulillah,” kata Mbah Yasin, “tetangga sepuh-sepuh di lingkungan sini rencananya juga ada yang tertarik ikut belajar ngaji setelah Syawal ini. Nah, inilah yang menjadi harapan kami, agar supaya terus menyebarkan manfaat kepada masyarakat sekitar melalui ngaji.” ujarnya (*)

spot_img
spot_img
-- advertisement --spot_img

Artikel Pilihan