Berkat dakwah Kiai Ageng Besari lah nama Tegalsari menjadi masyhur. Generasi selanjutnya juga melahirkan tokoh besar seperti Pangeran Diponegoro dan Syeh Burhan.
Sebanyak 250 orang ini merupakan perwakilan dari seluruh pengurus harian dan perwakilan lembaga, banom, serta MWC. Rombongan dibagi menjadi lima bus atau lima kelompok.