Poncokusumo, NUMALANGID — Kejuaraan Pencak Silat Pagar Nusa dalam rangka Ma’arif Day 2026 digelar di SMK Nusa Poncokusumo, Kabupaten Malang, Minggu (20/9/2026). Kegiatan yang diselenggarakan LP Ma’arif NU Kabupaten Malang tersebut diikuti sekitar 220 atlet dari 100 lembaga pendidikan.
Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan menjadi bagian dari rangkaian Harlah ke-97 LP Ma’arif NU. Kejuaraan tersebut mempertemukan peserta didik dari berbagai lembaga pendidikan dalam ajang pencak silat.
PIC kegiatan, Ahmad Bashori, S.Pd., mengatakan antusiasme peserta dalam kejuaraan tersebut tinggi.
“Antusiasme peserta sangat tinggi. Ini menjadi sinyal positif bahwa sinergi antara Pagar Nusa Kabupaten Malang dan LP Ma’arif NU Kabupaten Malang terus mendapatkan respons yang baik dari lembaga pendidikan,” ujar Ahmad.
Menurut dia, tingginya partisipasi peserta menunjukkan adanya ruang bagi pencak silat untuk berkembang di lingkungan pendidikan. Kegiatan tersebut juga dinilai dapat menjadi ruang bertemunya olahraga, pendidikan, pembinaan mental, sekaligus pencarian bibit pesilat muda.

PIC kegiatan lainnya, M. Alfian Arief, S.H., mengatakan keberadaan Pagar Nusa di lingkungan pendidikan NU memiliki makna yang lebih luas daripada pembinaan olahraga.
“Kalau di lingkungan Muhammadiyah ada Tapak Suci, maka NU melalui LP Ma’arif memiliki Pagar Nusa. Ini merupakan bagian dari keseriusan kita dalam mencetak generasi muda NU yang berkarakter dan berhaluan Ahlussunah wal Jamaah An-Nahdliyah,” kata Alfian.
Menurut Alfian, pencak silat di lingkungan pendidikan dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter peserta didik.
Dalam konteks tersebut, pencak silat tidak hanya berkaitan dengan teknik dan pertandingan. Peserta juga belajar berkompetisi, menghormati lawan, mematuhi aturan, menerima keputusan wasit, serta menjaga sikap dalam kemenangan maupun kekalahan.
Kejuaraan tersebut dibuka oleh Ketua PC Pagar Nusa Kabupaten Malang, Saiful Anam.
Penyelenggaraan kejuaraan dalam rangka Harlah ke-97 LP Ma’arif NU menunjukkan keterkaitan antara kegiatan pendidikan dan pembinaan melalui pencak silat.
Kejuaraan kemudian ditutup oleh Ketua LP Ma’arif NU Kabupaten Malang, Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah, M.Pd.I.
Dalam pesannya, Abdul Malik menekankan pentingnya menjalani setiap proses dengan kebahagiaan dan kesungguhan.
“Potensi manusia akan berkembang secara maksimal ketika ia menjalani prosesnya dengan bahagia,” tegasnya.
Ia berharap kejuaraan tersebut dapat melahirkan bibit atlet Pagar Nusa yang tidak hanya berprestasi di gelanggang, tetapi juga memiliki karakter kuat dan akhlakul karimah.
Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menjadi agenda tetap LP Ma’arif NU Kabupaten Malang sehingga pembinaan olahraga dan pendidikan karakter dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Kontibutor: Basori




