back to top
Senin, Agustus 10, 2026

Sanksi Diganti Poin Digital, Cara Unik MIN 3 Malang Terapkan “Kurikulum Berbasis Cinta”

Kalipare, NUMALANGID – Siapa bilang sekolah berbasis agama harus kaku dan penuh hukuman? Di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 3 Malang, sanksi fisik diganti dengan sistem poin digital yang transparan, bahkan aturan karakternya ditentukan langsung oleh para siswa lewat voting.

Pendekatan humanis ini merupakan bagian dari “Kurikulum Berbasis Cinta” (KBC) yang dipadukan dengan transformasi digital secara menyeluruh. Langkah tersebut sukses mengubah wajah madrasah menjadi lingkungan belajar yang ramah anak sekaligus adaptif terhadap teknologi modern.

Kepala MIN 3 Malang, Saifuddin Zuhri, menjelaskan bahwa sistem ini dirancang untuk mendisiplinkan siswa tanpa menghilangkan ruang tumbuh kembang mereka.

“Guru menggunakan aplikasi khusus untuk mencatat perilaku siswa. Jika ditemukan perilaku yang kurang tepat, guru akan memberikan poin pengurangan sebagai bagian dari sistem pencatatan disiplin,” ujar Saifuddin, Sabtu (8/8/2026).

Menariknya, indikator penilaian karakter tersebut tidak ditentukan sepihak oleh dewan guru. Para siswa justru diajak terlibat aktif menyusun aturan lewat mekanisme pemungutan suara agar timbul rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap budaya positif di sekolah.

Karya Mandiri Guru dan Siswa

Transformasi di madrasah ini bukan sekadar wacana. Sejak 2022, seluruh sistem digital yang beroperasi di sekolah ini murni hasil karya kolektif Tim Media Center MIN 3 Malang dengan bimbingan para guru.

Inovasi tersebut merambah ke berbagai lini, mulai dari pencatatan kesehatan di Unit Kesehatan Sekolah (UKS) via tablet yang bisa dipantau langsung oleh orang tua, presensi kehadiran siswa menggunakan QR Code secara real-time, hingga pemantauan setoran hafalan Al-Qur’an secara terstruktur.

Bahkan, urusan perencanaan pembelajaran dan analisis nilai guru kini sudah diotomatisasi melalui aplikasi internal. Hal ini membuat efisiensi pengajaran meningkat drastis, sehingga program remedial atau pengayaan bagi siswa menjadi jauh lebih tepat sasaran.

Berbuah Predikat Adiwiyata

Tidak hanya unggul dalam urusan digital dan pembentukan karakter, MIN 3 Malang juga membuktikan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan. Sekolah ini resmi mengantongi predikat Madrasah Adiwiyata Kabupaten Malang pada Januari 2026 berdasarkan SK Nomor 400.3.5.4/731/35.07.310/2026.

Sinergi antara Kurikulum Berbasis Cinta, kemandirian digital, dan kepedulian lingkungan inilah yang kini menjadikan MIN 3 Malang sebagai salah satu potret pendidikan masa depan di Kabupaten Malang.

“Semua aplikasi didesain dan dihasilkan oleh tim,” ujar Lilik, salah satu guru MIN 3 Malang, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat. (Iz)

spot_img
spot_img
-- advertisement --spot_img

Artikel Pilihan