back to top
Rabu, Juli 8, 2026

SATKORYON Banser Pakisaji Sabet Juara I Lomba Wawasan Kelalu Lintasan Kemah Bakti Santri untuk Negeri 2026

NUMALANGID, Bululawang — SATKORYON Banser Kecamatan Pakisaji mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara I Lomba Wawasan Kelalu Lintasan dalam ajang Kemah Bakti Santri untuk Negeri 2026 yang diselenggarakan SATKORCAB Banser Kabupaten Malang di Pondok Pesantren Al-Munawwariyah, Desa Sudimoro, Kecamatan Bululawang, pada (4–5/06/2026).

Kompetisi tersebut diikuti oleh 33 SATKORYON Banser dari seluruh Kabupaten Malang dan menjadi bagian dari program pembinaan kader yang bertujuan meningkatkan kompetensi teknis, kedisiplinan, serta profesionalisme anggota Banser dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

Keberhasilan SATKORYON Banser Pakisaji menjadi yang terbaik pada cabang Wawasan Kelalu Lintasan menunjukkan kemampuan kader dalam memahami dan menerapkan standar pengaturan lalu lintas serta pengamanan kegiatan masyarakat. Penilaian lomba meliputi aspek pengetahuan, ketepatan prosedur, keselamatan, koordinasi tim, hingga keterampilan praktik di lapangan.

Prestasi tersebut sekaligus menjadi cerminan hasil pembinaan dan latihan yang selama ini dijalankan oleh SATKORYON Banser Pakisaji. Di tengah meningkatnya kebutuhan pengamanan pada kegiatan keagamaan, sosial, maupun kebencanaan, kemampuan teknis di bidang pengaturan lalu lintas menjadi salah satu kompetensi yang sangat dibutuhkan kader Banser.

Kemah Bakti Santri untuk Negeri 2026 sendiri diikuti sekitar 500 personel Banser dari berbagai rayon di Kabupaten Malang. Selain lomba Wawasan Kelalu Lintasan, kegiatan tersebut juga menghadirkan berbagai perlombaan berbasis kompetensi lapangan, seperti pendirian tenda, dapur umum, pertolongan pertama, baris-berbaris, pengaturan lalu lintas, serta lomba yel-yel. Seluruh materi dirancang untuk memperkuat kesiapsiagaan kader dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam amanatnya pada pembukaan kegiatan, KASATKORCAB Banser Kabupaten Malang, Sulis Harianto, menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga jati diri seorang Banser. Ia menegaskan bahwa sumpah baiat yang diucapkan setiap anggota bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan ikatan spiritual yang menjadi landasan pengabdian kader.

“Banser setelah dibaiat adalah santri dari Hadrotusyekh KH Hasyim Asy’ari. Ini menandakan bahwa di masa Indonesia yang telah merdeka ini, kita semua adalah santri. Jiwa pesantren, nilai-nilai kepesantrenan, dan kedisiplinan tingkat tinggi harus selalu bersemayam di dalam benak dan sanubari kita semua,” tegas Sulis Harianto di hadapan ribuan peserta.

Pembukaan kegiatan turut dihadiri jajaran Pengurus Harian (PH) PC GP Ansor Kabupaten Malang serta seluruh personel Satkorcab Banser Kabupaten Malang. Kehadiran para pimpinan organisasi tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat kaderisasi dan menyiapkan generasi penerus Banser yang tangguh dan berkarakter.

Kemah Bakti Santri untuk Negeri 2026 juga menjadi momentum bagi Banser Kabupaten Malang untuk menatap “wajah kedua” di abad kedua Nahdlatul Ulama. Semangat disiplin, loyalitas, dan khidmat tanpa pamrih yang diwariskan para pendahulu diharapkan terus hidup dan berkembang di kalangan kader muda.

Raihan Juara I yang diraih SATKORYON Banser Pakisaji menjadi bukti bahwa semangat kaderisasi dan pembinaan yang dijalankan organisasi mampu melahirkan kader-kader yang kompeten, disiplin, dan siap mengemban tugas pelayanan di tengah masyarakat. Dengan keyakinan akan keberkahan para masyayikh dan guru, kader Banser terus didorong untuk memperkuat pengabdian kepada agama, Nahdlatul Ulama, bangsa, dan negara. (*)

Kontributor: Huda Al Faqir

spot_img
spot_img
-- advertisement --spot_img

Artikel Pilihan