back to top
Selasa, Juni 23, 2026

Ratusan Pendekar Pagar Nusa Ikuti Latihan Gabungan di Dampit, Perkuat Silaturahmi dan Khidmah kepada Kiai

NUMALANGID — Ratusan pendekar dan santri Pagar Nusa mengikuti Latihan Gabungan (Latgab) yang digelar Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa Kecamatan Dampit di Lapangan Petung Sigar, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Minggu (21/6/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan bela diri, tetapi juga menjadi sarana memperkuat silaturahmi, konsolidasi organisasi, serta penanaman nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di kalangan kader.

Sejak pagi, Lapangan Petung Sigar dipenuhi peserta yang mengenakan seragam hitam khas Pagar Nusa. Mereka mengikuti rangkaian latihan bersama yang menjadi agenda rutin organisasi dalam memperkuat kemampuan teknis sekaligus mempererat hubungan antarkader.

Ketua PAC Pagar Nusa Kecamatan Dampit, Widi Febriato, mengatakan latihan gabungan merupakan bagian penting dalam proses kaderisasi organisasi.

“Latihan gabungan ini sangat diperlukan untuk mempererat silaturahmi antarsantri Pagar Nusa sekaligus membangun pemahaman organisasi yang matang. Ini bukan hanya soal teknik, tetapi juga soal kesadaran kita sebagai bagian dari struktur besar Pagar Nusa dan Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

baca juga: https://numalang.id/2026/05/18/pagar-nusa-dominasi-kontingen-ipsi-kabupaten-malang-di-kejurprov-pencak-silat-jatim-2026/

Menurut Widi, kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat soliditas organisasi hingga tingkat akar rumput. Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Ketua PC Pagar Nusa Kabupaten Malang atas bimbingan yang diberikan dalam proses penguatan organisasi.

Sementara itu, Ketua PC Pagar Nusa Kabupaten Malang, Gus Saiful Anam, menegaskan bahwa Pagar Nusa memiliki peran dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah yang selama ini menjadi landasan organisasi.

“Perkhidmatan di Pagar Nusa harus dilandasi niat ikhlas karena Allah SWT. Jargon Bela Kiai Sampai Mati bukan sekadar slogan, tetapi nilai yang harus hidup dalam praktik,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya khidmah atau pengabdian kepada kiai dalam kehidupan organisasi.

“Di tingkat PAC, jajaran MWC NU adalah kiai kita. Kalau kiai kehujanan, payungi. Kalau sandalnya berantakan, rapikan. Jaga, kawal, antarkan, bahkan bila perlu gendong dengan sepenuh hati. Itulah khidmah,” tuturnya.

Koordinator pelatih, Neng Sholiha, menjelaskan bahwa luasnya wilayah Kecamatan Dampit menjadi salah satu alasan perlunya latihan gabungan secara berkala untuk menjaga kekompakan kader.

“Latihan ini bukan hanya soal fisik. Ini soal menyatukan pemahaman hierarki organisasi, membangun kekompakan, dan memastikan setiap kader memahami posisinya dalam struktur Pagar Nusa,” ujarnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, salah satunya Ketua Yayasan Al Ikhlas, M. Ismail Haasri, S.Pd.I. Kehadirannya mencerminkan dukungan masyarakat terhadap peran Pagar Nusa dalam pembinaan generasi muda.

Latihan gabungan yang diikuti ratusan peserta itu menunjukkan fungsi Pagar Nusa yang tidak hanya sebagai organisasi pencak silat, tetapi juga sebagai wadah pembinaan karakter, kedisiplinan, serta penguatan nilai-nilai sosial dan keagamaan di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kemampuan bela diri sekaligus memperkuat solidaritas, semangat pengabdian, dan komitmen terhadap nilai-nilai organisasi. (*)

Ikuti live ngaji numalang : https://www.youtube.com/watch?v=rKBNJP-UC-I

spot_img
spot_img
-- advertisement --spot_img

Artikel Pilihan