back to top
Selasa, Juni 2, 2026

PORSADIN VII Kecamatan Wajak Resmi Dibuka, 22 Kafilah Madrasah Diniyah Siap Berlaga

WAJAK, NUMALANG – Sebanyak 22 kafilah Madrasah Diniyah dari berbagai desa di Kecamatan Wajak mengikuti Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VII yang resmi dibuka di Pondok Pesantren Raodlatul Muttaqin, Desa Codo, Kecamatan Wajak, Sabtu (xx/xx/2026).

Ajang dua tahunan yang menjadi wadah pengembangan bakat dan minat santri tersebut berlangsung meriah dengan dihadiri para kiai, pengurus Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), pemerintah kecamatan, serta para pendamping kafilah.

Ketua FKDT Jawa Timur, Gus Nasrul, menegaskan bahwa PORSADIN merupakan ruang bagi santri untuk menunjukkan potensi terbaiknya, baik di bidang olahraga, seni, maupun keagamaan.

“PORSADIN menjadi wadah bagi santri untuk mengekspresikan bakat dan minatnya. Santri tidak hanya harus unggul secara intelektual dan spiritual, tetapi juga sehat jasmani dan rohani agar mampu menjadi generasi yang berkualitas,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Pembukaan PORSADIN VII dilakukan oleh Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Wajak, H. Sholihan, yang hadir mewakili Camat Wajak. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan pesan agar para santri terus meningkatkan kemampuan dan prestasi di berbagai bidang.

Kepala MI Literasi Miftahul Huda Abdul Rozaq, M.Pd. saat menerima penghargaan
(Mengenakan topi). (Foto; numalang.id)

Menurutnya, santri masa kini dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi utama pendidikan Madrasah Diniyah.

“Santri harus memiliki prestasi dan kemampuan di berbagai bidang. Melalui semangat belajar, berlatih, dan berkompetisi secara sehat, santri akan tumbuh menjadi generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan,” katanya.

PORSADIN VII Kecamatan Wajak tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana mempererat ukhuwah antar-santri serta memperkuat karakter generasi muda Islam. Beragam cabang olahraga, seni, dan keagamaan diperlombakan untuk menjaring santri-santri terbaik yang nantinya akan mewakili Kecamatan Wajak pada tingkat yang lebih tinggi.

Rangkaian pembukaan ditutup dengan doa yang dipimpin Syuriyah MWCNU Wajak, KH Mukhlas Tajuddin. Melalui kegiatan ini, FKDT berharap lahir generasi santri yang berprestasi, berkarakter, dan mampu membawa nama baik Madrasah Diniyah Kecamatan Wajak di tingkat yang lebih luas.(*)

spot_img
spot_img
-- advertisement --spot_img

Artikel Pilihan