back to top
Senin, November 2, 2026

Pagar Nusa Malang Bekali 50 Pelatih, Perkuat Prestasi dan Karakter Pendekar

Poncokusumo, NUMALANG — Pimpinan Cabang (PC) Pagar Nusa Kabupaten Malang menggelar Penataran Pelatih Tahap IV di SMK NU Sunan Ampel, Poncokusumo, Kabupaten Malang, Ahad (1/11/2026). Kegiatan yang diikuti 50 peserta dari 32 Pimpinan Anak Cabang (PAC) tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi pelatih dalam pembinaan atlet sekaligus memperkuat pendidikan karakter pesilat.

Penataran ini menjadi bagian dari upaya PC Pagar Nusa Kabupaten Malang meningkatkan kualitas sumber daya pelatih untuk mendukung perkembangan prestasi atlet di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Ketua Pelaksana Ahmad Bashori mengatakan, pelatih memiliki peran strategis dalam membentuk atlet yang potensial. Karena itu, peningkatan kompetensi pelatih perlu dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau seluruh wilayah pembinaan.

“Kami berharap kegiatan ini memberikan dampak menyeluruh bagi seluruh PAC Pagar Nusa di Kabupaten Malang. Prestasi atlet kita semakin meningkat, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional. Karena itu, pelatihan ini sangat penting karena pelatih merupakan fondasi dalam membentuk atlet yang potensial,” ujarnya.

Penataran tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari bidang olahraga dan pencak silat, yakni Coach Suhud Indratno, S.Or., pelatih internasional; Chusnul Chowatim, S.Pd., dari Pengurus IPSI Kabupaten Malang; Basuki Rachmad, S.Pd., pelatih gulat sekaligus ahli sport massage internasional; Ruli Efan Perdana, M.Pd., ahli sport massage; serta Tatok Agus Setiawan, Ketua Bidang Prestasi Pagar Nusa.

Hadir pula Wahyudin, Dewan Pendekar Kecamatan Poncokusumo; Slamet, Dewan Pendekar Kecamatan Pakisaji; dan Muhammad, Ketua PAC Pagar Nusa Pagak.

Materi penataran mencakup penguatan kemampuan teknis dan fisik serta pemahaman tentang pembinaan atlet. Melalui materi tersebut, peserta diharapkan mampu mengembangkan potensi pesilat secara terarah, memperhatikan aspek keselamatan, dan meningkatkan kesiapan atlet dalam menghadapi kompetisi.

Ketua PC Pagar Nusa Kabupaten Malang, Saiful Anam, menegaskan bahwa pembinaan Pagar Nusa tidak semata-mata berorientasi pada prestasi di gelanggang. Menurutnya, pelatih juga memiliki tanggung jawab membentuk pesilat yang menjunjung tinggi akhlak, persaudaraan, dan nilai-nilai organisasi.

“Kita tidak sedang mempersiapkan generasi yang hanya pandai bertarung. Kita sedang mendidik generasi yang mampu menjaga kehormatan, merawat persaudaraan, membela kebenaran, dan memberikan manfaat bagi kehidupan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, kemampuan bela diri harus berjalan beriringan dengan kedewasaan sikap dan tanggung jawab moral. Seorang pendekar tidak hanya dituntut menguasai teknik, tetapi juga mampu mengendalikan diri, menghormati orang lain, serta menggunakan kemampuannya secara bertanggung jawab.

Prinsip tersebut sejalan dengan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah yang menempatkan adab, penghormatan kepada guru, persaudaraan, dan kemaslahatan sebagai bagian penting dalam pendidikan kader.

Melalui penataran ini, PC Pagar Nusa Kabupaten Malang berharap peningkatan kompetensi pelatih dapat diterapkan di masing-masing PAC sehingga pembinaan atlet berlangsung lebih merata dan berkelanjutan.

Peningkatan prestasi dan pelestarian tradisi, menurut nilai pembinaan Pagar Nusa, merupakan dua hal yang perlu berjalan beriringan. Dengan demikian, pembinaan tidak hanya menghasilkan pesilat yang kompetitif, tetapi juga memiliki karakter kuat serta berpegang pada nilai-nilai keislaman dan ke-NU-an.

Keberhasilan pembinaan pun tidak hanya diukur dari medali yang diraih atlet, tetapi juga dari karakter, kedisiplinan, dan kontribusi para pendekar bagi masyarakat.

Kontributor: Saiful Anam

spot_img
spot_img
-- advertisement --spot_img

Artikel Pilihan