BULULAWANG-NUAMALNG.ID — Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, K.H. Muhammad Balya Firjon Barlaman (Kiai Firjon), menghadiri dan memberikan arahan strategis dalam pembukaan Musyawarah Kerja Cabang (Muskercap) III sekaligus Rapat Pleno PCNU Kabupaten Malang Tahun 2026 yang digelar di Pondok Pesantren Al-Munawwariyyah, Bululawang, Malang, pada Ahad (4/10/2026)
Dalam pengarahannya, Kiai Firjon menekankan pentingnya menjaga roh organisasi dengan memastikan seluruh program kerja, keputusan organisatoris, serta rekomendasi yang dihasilkan tetap bernafaskan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) An-Nahdliyah
Beliau secara khusus mendorong penguatan peran Aswaja Center sebagai “dapur” atau perumus utama konsep Aswaja An-Nahdliyah agar asas dan fungsinya baku serta berkualitas sebelum disajikan oleh badan otonom maupun lembaga NU
Mengenai hubungan jam’iyah dengan politik, Ketua PWNU Jatim mengibaratkan NU sebagai tiang atau patok yang menghunjam kuat di bumi, sedangkan partai politik ibarat balon yang terbang membumbung tinggi. “NU adalah patok, parpol, akademisi, pengusaha adalah balon yang terus berusaha agar terus membumbung tinggi. NU sebagai patok tidak boleh mengikuti arah balon. Sebab, jika patok ikut balon, tentu saja semuanya akan kehilangan arah secara bersama-sama,” tuturnya.
Kiai Firjon memaparkan empat prioritas strategis organisasi memasuki abad kedua NU: Penguatan Ranting: Menjadikan struktur ranting sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan, dan ekonomi.
Pendayagunaan Talenta Muda: Mengoptimalkan potensi kader muda Nahdliyin di berbagai badan otonom. Kemandirian Jam’iyah: Mewujudkan kemandirian ekonomi serta independensi dalam pengambilan keputusan organisasi tanpa intervensi pihak luar
Mengakhiri pengarahannya, Kiai Firjon mengajak seluruh jajaran pengurus untuk mengedepankan ketulusan dan keikhlasan berkhidmah demi marwah jam’iyah, seraya mengingatkan bahwa sejarah telah membuktikan ketangguhan Nahdlatul Ulama yang selalu bangkit dan tampil semakin kuat.




