Ponsokusumo, NUMALANG — Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Poncokusumo menggelar pengajian rutin Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor di Kantor Ranting NU Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Sabtu (26/9/2026) mulai pukul 19.00 WIB.
Kegiatan bertema “Ngaji Qanun Asasi Mbah Hasyim: Meneguhkan Khidmah, Menguatkan Ansor Poncokusumo” tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan kader dan soliditas organisasi hingga tingkat ranting.
Ketua PAC GP Ansor Poncokusumo, Khoirudin, mengatakan kegiatan rutin bulanan tersebut tidak sekadar menjadi agenda pengajian, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi antarkader.
“Alhamdulillah, masing-masing ranting selalu bersinergi dengan pemerintah desa. Kami juga selalu mendapat dukungan dari Pengurus NU dan seluruh banom. Dengan sinergi dan kebersamaan tersebut, kegiatan dapat terlaksana dengan khidmat dan lancar,” ujar Khoirudin.
Menurut Khoirudin, kesinambungan kegiatan penting dijaga agar Ansor tidak hanya aktif secara struktural, tetapi juga hadir dan bergerak di tengah masyarakat.
Ia berharap kegiatan MDS Rijalul Ansor yang dilaksanakan setiap bulan dapat terus berkembang dan melibatkan lebih banyak kader.
“Harapannya, Ansor PAC Poncokusumo semakin solid, anggotanya semakin banyak, dan MDS Rijalul Ansor semakin hari semakin ramai. Ini bagian dari ikhtiar kita untuk memperkuat khidmah kepada NU dan masyarakat,” katanya.
Khoirudin juga menilai sinergi dengan pemerintah desa, Pengurus NU, seluruh badan otonom, dan tokoh masyarakat merupakan bagian penting dalam membangun organisasi dari tingkat bawah.
“Ansor tidak bisa berjalan sendiri. Kekuatan kita ada pada kebersamaan. Ketika ranting, NU, banom, pemerintah desa, dan masyarakat bisa bersinergi, kegiatan akan lebih mudah berjalan dan manfaatnya juga semakin luas,” tuturnya.

Pengajian tersebut menghadirkan Gus Abdul Hamid Sobri sebagai penceramah. Dalam kegiatan itu, Qanun Asasi KH Hasyim Asy’ari dikaji untuk memahami kembali dasar perjuangan Nahdlatul Ulama, sekaligus menanamkan nilai persatuan, keikhlasan, dan khidmah kepada kader.
Sejumlah tokoh turut hadir, di antaranya Kepala Desa Wonorejo H. Sokeh, Rais Syuriyah Ranting NU Wonorejo H. Imam Turmudzi, Ketua Tanfidziyah Ranting NU Wonorejo Ustadz Bambang Subianto, serta sejumlah tokoh masyarakat Kecamatan Poncokusumo.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari sinergi yang dibangun Ansor Poncokusumo. Khoirudin mengatakan penguatan organisasi dapat dimulai dari kegiatan sederhana, seperti menjaga silaturahmi, menghidupkan kegiatan, memperbanyak kader, dan memberikan ruang bagi ranting untuk berkembang.
Ia berharap kegiatan ngaji dan dzikir tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga dapat menjadi bagian dari proses kaderisasi dan penguatan karakter pemuda Nahdliyin.
Kontributor: Saiful Anam




