back to top
Kamis, September 3, 2026

Ribuan Jamaah Iringi Kepergian KH Masdar Fauzi, Kiai yang Istiqamah Berdakwah demi Kemaslahatan Umat

NUMALANG.ID, PAKISAJI, MALANG — Kepergian KH Masdar Fauzi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, santri, jamaah, serta masyarakat Kabupaten dan Kota Malang. Kiai yang selama puluhan tahun dikenal aktif mensyiarkan ilmu-ilmu keislaman dan salah satu Mustasyar PCNU Kabupaten Malang tersebut wafat di Rumah Sakit Tentara Dr. Soepraoen Malang, Selasa (1/9/2026).

Jenazah KH Masdar Fauzi tiba di rumah duka pada pukul 09.15 WIB. Sejak kedatangan jenazah, suasana di lingkungan Pondok Pesantren Al Ihsan, Pakisaji, Kabupaten Malang, dipadati para pelayat. Jamaah atau mu’azziyin dan mu’azziyat datang dari berbagai daerah dan kalangan untuk memberikan penghormatan terakhir sekaligus mengantarkan kepergian sang kiai.

Suasana haru semakin terasa menjelang pelaksanaan shalat jenazah. Sebelum jenazah dishalatkan, pembacaan shalawat dipimpin oleh KH Thohir Anwar, selaku Rais Syuriah MWC NU Kecamatan Pakisaji. Para jamaah mengikuti pembacaan shalawat dengan khidmat sebagai bentuk penghormatan dan doa bagi almarhum. Rangkaian doa kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Gus Shilfina Zuhdi, M.Pd selaku Ketua Tanfidziyah MWC NU Kecamatan Pakisaji. Pembacaan tahlil diikuti oleh jamaah yang memadati lingkungan rumah duka. Besarnya penghormatan jamaah terlihat dari pelaksanaan shalat jenazah yang berlangsung dalam beberapa gelombang. Lebih dari empat kloter jamaah turut menshalatkan jenazah KH Masdar Fauzi di rumah duka.

Ribuan Jamaah Iringi Kepergian KH Masdar Fauzi, Kiai yang Istiqamah Berdakwah demi Kemaslahatan Umat
Ribuan Jamaah Iringi Kepergian KH Masdar Fauzi, Kiai yang Istiqamah Berdakwah demi Kemaslahatan Umat

Prosesi pemakaman dibuka secara langsung oleh Pemerintah Desa Pakisaji pada pukul 10.00 WIB. Dalam kesempatan tersebut, sambutan dari pihak keluarga disampaikan oleh Gus Waffa. Atas nama keluarga, ia menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jamaah yang hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada KH Masdar Fauzi. Gus Waffa juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jamaah apabila selama hidupnya terdapat kekhilafan yang dilakukan oleh almarhum.

“Mohon maaf apabila terdapat kehilafan dari Abah Yai Masdar kepada para jamaah,” demikian disampaikan dalam sambutan keluarga. beliau juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses penyambutan dan penghormatan kepada para jamaah terdapat berbagai kekurangan dari pihak keluarga.

Teladan Istiqamah Berdakwah

Sambutan berikutnya disampaikan oleh K.H. Dr. Muhammad Ali Abror, M.Pd., Pengasuh Pondok Pesantren Asyafi’iyah Atjaniyah, Kebonsari, Pakisaji. Dalam sambutannya, KH Abror mengajak seluruh jamaah untuk tidak hanya mengenang KH Masdar Fauzi sebagai seorang kiai yang telah berpulang, tetapi juga menjadikan perjalanan hidup dan pengabdiannya sebagai teladan.

Menurut KH Abror, salah satu warisan terbesar KH Masdar Fauzi adalah keistiqamahan dan kesungguhannya dalam menegakkan serta mensyiarkan agama Allah SWT. Selama kurang lebih 50 tahun, KH Masdar Fauzi disebut telah berperan dalam menyampaikan berbagai keilmuan Islam kepada masyarakat. Dakwah beliau mencakup sejumlah bidang keislaman, di antaranya tasawuf, hukum Islam, dan akidah.

Kiprah tersebut tidak hanya menjadi catatan masa lalu. Hingga usia lanjut, KH Masdar Fauzi disebut masih terus menjalankan aktivitas dakwah dan memberikan pengajaran kepada jamaah di berbagai wilayah Kabupaten Malang maupun Kota Malang. Ungkapan KH Abror menggambarkan dengan sederhana sekaligus kuat mengenai semangat tersebut.

“Pokok e sik iso ngadek lan mlaku yo tetep mulang.”

Ungkapan dalam bahasa Jawa tersebut menggambarkan prinsip hidup KH Masdar Fauzi: selama masih memiliki kemampuan untuk berdiri dan berjalan, maka mengajar dan berdakwah tetap dijalankan. Bagi jamaah yang selama bertahun-tahun mengikuti pengajiannya, keistiqamahan tersebut bukan sekadar cerita. KH Masdar Fauzi menjadi sosok yang tetap hadir di tengah masyarakat dan menjalankan tugas dakwah hingga mendekati akhir hayatnya.

Ribuan Jamaah Iringi Kepergian KH Masdar Fauzi, Kiai yang Istiqamah Berdakwah demi Kemaslahatan Umat
Ribuan Jamaah Iringi Kepergian KH Masdar Fauzi, Kiai yang Istiqamah Berdakwah demi Kemaslahatan Umat

Shalawat Fatih untuk Sang Guru

Menjelang akhir sambutannya, KH Abror mengajak para jamaah untuk bersama-sama membaca Shalawat Fatih sebanyak 11 kali dan menghadiahkan pahalanya kepada almarhum KH Masdar Fauzi. Amalan tersebut dipilih bukan tanpa alasan. Shalawat Fatih disebut sebagai salah satu amalan yang dikenal dilakukan oleh KH Masdar Fauzi semasa hidupnya.

Ajakan tersebut kemudian menjadi salah satu momen spiritual dalam rangkaian penghormatan terakhir kepada sang kiai. Para jamaah bersama-sama menghadiahkan bacaan Shalawat Fatih kepada almarhum sebagai bentuk doa dan penghormatan kepada sosok yang selama puluhan tahun mengabdikan hidupnya untuk mengajarkan ilmu agama.

Talqin Dipimpin Pengasuh Pesantren Al Falah

Jenazah dimakamkan di pemakaman milik keluarga yang terletak dilingkungan Pesantren Al Ihsan pada pukul 11.29 WIB. Setelah prosesi pemakaman berlangsung, talqin mayit dipimpin oleh Habib Mustofa, Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah, Permanu, Pakisaji.

Kehadiran para kiai, pengasuh pesantren, tokoh masyarakat, keluarga, santri dan jamaah dalam prosesi tersebut memperlihatkan luasnya jejaring sosial-keagamaan yang mengitari KH Masdar Fauzi. Kepergian beliau sekaligus menandai berakhirnya perjalanan seorang ulama yang selama puluhan tahun memberikan pengabdian melalui dakwah dan pengajaran agama.

Ribuan Jamaah Iringi Kepergian KH Masdar Fauzi, Kiai yang Istiqamah Berdakwah demi Kemaslahatan Umat
Ribuan Jamaah Iringi Kepergian KH Masdar Fauzi, Kiai yang Istiqamah Berdakwah demi Kemaslahatan Umat

Namun, bagi para jamaah dan santri, wafatnya seorang guru bukan berarti berakhirnya nilai-nilai yang telah diajarkan. Keistiqamahan dalam berdakwah, kesungguhan dalam mengajarkan ilmu, serta pengabdian kepada masyarakat menjadi warisan yang akan terus hidup melalui murid dan jamaah yang pernah mendapatkan ilmu darinya.

KH Masdar Fauzi telah berpulang. Namun, jejak pengabdiannya selama kurang lebih setengah abad menjadi bagian dari ingatan kolektif masyarakat Pakisaji dan Malang.

Selamat jalan, Abah Yai KH Masdar Fauzi.

Semoga seluruh amal ibadah, pengabdian, ilmu yang diajarkan, dan segala kebaikan beliau diterima di sisi Allah SWT. Semoga keluarga, santri dan seluruh jamaah yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu ‘anhu.

Kontributor: LTN MWCNU Pakisaji | Editor: Redaksi NUMALANG.ID

spot_img
spot_img
-- advertisement --spot_img

Artikel Pilihan