NUMALANGID, Ngajum – Pagar Nusa Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ngajum menggelar Pengukuhan dan Tasyakuran Anggota Tetap Tahun 2026 di Pondok Pesantren Miftahul Huda, Babadan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Minggu (28/6/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan PAC Pagar Nusa Ngajum dengan ketua pelaksana Nurusy Syahid, S.M. tersebut menjadi momentum penguatan kaderisasi sekaligus peneguhan peran organisasi dalam membina generasi muda melalui pendidikan bela diri, pembentukan akhlak, dan penguatan nilai-nilai keislaman serta kebangsaan.
Selain prosesi pengukuhan anggota tetap, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan Pagar Nusa kepada masyarakat sebagai organisasi yang berkomitmen menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, membangun karakter generasi muda, serta berkontribusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.
Kapolsek Ngajum, Bripka Adi Prayogo, dalam sambutannya mengingatkan seluruh anggota Pagar Nusa untuk menjaga soliditas organisasi dan tidak terlibat dalam kelompok atau komunitas di luar garis organisasi yang berpotensi menimbulkan perpecahan.
“Tetaplah berada dalam satu komando organisasi. Jangan mudah terpengaruh membentuk ataupun mengikuti kelompok di luar aturan organisasi. Persatuan adalah kekuatan utama Pagar Nusa,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kemampuan bela diri harus dimanfaatkan sebagai sarana pembentukan karakter, bukan untuk menunjukkan kekuatan. Menurutnya, bela diri dapat menjadi bekal bagi generasi muda untuk melindungi diri sekaligus menumbuhkan kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.
Kapolsek juga mengajak anggota Pagar Nusa berperan aktif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba dan berbagai bentuk kenakalan remaja.
“Jauhilah segala bentuk penyalahgunaan narkotika, sabu-sabu, minuman keras, pil double L, dan berbagai tindakan yang merusak masa depan. Jadilah teladan di tengah masyarakat serta jagalah nama baik Pagar Nusa, Nahdlatul Ulama, agama, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Sementara itu, Ustadz Shoniful Hadi, S.Pd. menyampaikan bahwa status anggota tetap Pagar Nusa tidak hanya ditandai dengan kemampuan bela diri, tetapi juga tanggung jawab moral untuk mengamalkan nilai-nilai organisasi dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menekankan pentingnya sikap tawadhu kepada orang tua, guru, dan para sesepuh organisasi sebagai fondasi pembentukan karakter seorang pendekar Pagar Nusa.
Menurutnya, setiap anggota harus menjadikan ilmu yang diperoleh sebagai sarana memberikan manfaat bagi masyarakat, memperkuat ukhuwah, serta menyebarkan syiar Islam melalui berbagai kegiatan positif.
“Bangunlah Pagar Nusa hingga ke pelosok-pelosok wilayah. Bentuklah perkumpulan yang kuat, tetapi jangan pernah menjelekkan nama Pagar Nusa maupun Nahdlatul Ulama. Anggota yang baik adalah mereka yang taat kepada aturan organisasi dan patuh terhadap pimpinan di setiap tingkatan,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, Pagar Nusa PAC Ngajum menegaskan komitmennya untuk memperkuat kaderisasi, meningkatkan kualitas sumber daya anggota, serta mempererat hubungan dengan masyarakat.
Diharapkan, anggota yang dikukuhkan tidak hanya memiliki kemampuan bela diri, tetapi juga berintegritas, disiplin, berakhlak mulia, menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, serta mampu berkontribusi positif bagi organisasi, masyarakat, dan bangsa.
Kontributor: Saiful Anam




