back to top
Sabtu, Juni 27, 2026

Gus Heri Raih Gelar Doktor Unair, Teliti Suksesi Kepemimpinan untuk Keberlanjutan Pesantren

NUMALANGID, Surabaya, Dr. Heri Cahyo Bagus Setiawan, M.SM., atau Gus Heri, resmi meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB Unair) setelah dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor, Kamis (25/6/2026).

Gelar tersebut diraih melalui disertasi berjudul “Model Proses Suksesi Kepemimpinan untuk Mendukung Keberlanjutan Pondok Pesantren: Studi Multiple-Case Study”. Penelitian ini menyoroti proses suksesi kepemimpinan pesantren sebagai faktor penting dalam menjaga keberlanjutan lembaga, nilai, dan amanah lintas generasi.

Promotor Gus Heri, Prof. Dr. Hj. Indrianawati Usman, S.E., M.Sc., menilai disertasi tersebut memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu manajemen, khususnya dalam kajian suksesi kepemimpinan pesantren yang berorientasi pada keberlanjutan lembaga.

“Disertasi ini memperkaya kajian suksesi kepemimpinan pesantren karena mampu membaca proses suksesi tidak hanya sebagai pergantian figur, tetapi sebagai proses kelembagaan yang terkait dengan kesinambungan nilai, kapasitas kepemimpinan, dan kesiapan organisasi menghadapi masa depan,” ujar Prof. Indrianawati.

Ujian terbuka promosi doktor tersebut dipimpin Koordinator Program Studi Doktor Ilmu Manajemen FEB Unair, Prof. Dr. Tanti Handriana, S.E., M.Si. Dalam forum akademik itu, Gus Heri memaparkan sekaligus mempertahankan hasil penelitiannya di hadapan para guru besar dan akademisi FEB Unair.

Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan multiple-case study pada dua pondok pesantren besar di Jawa Timur yang dinilai memiliki pengaruh historis, sosial, dan kelembagaan yang kuat. Kedua pesantren tersebut dipilih karena dinilai mampu mempertahankan keberlanjutan organisasi, tumbuh, dan tetap relevan sejak masa sebelum kemerdekaan Indonesia hingga saat ini.

Dalam disertasinya, Gus Heri menegaskan bahwa suksesi kepemimpinan pesantren tidak dapat dipahami semata sebagai pergantian figur pengasuh. Menurut dia, proses tersebut mencakup kesinambungan amanah, pelestarian nilai, kaderisasi, legitimasi sosial, dan keberlanjutan lembaga.

“Suksesi kepemimpinan di pesantren bukan hanya soal siapa yang menggantikan pemimpin sebelumnya, tetapi bagaimana proses itu dijalankan secara bernilai, legitimate, dan mampu menjaga keberlanjutan pesantren sebagai institusi pendidikan, dakwah, dan pengabdian sosial,” kata Gus Heri.

Ia menambahkan, pesantren membutuhkan penerus yang tidak hanya memiliki kekuatan moral dan kultural, tetapi juga kapasitas kepemimpinan, kemampuan manajerial, serta kepekaan terhadap perubahan. Karena itu, konsep entrepreneurial leadership ditempatkan sebagai salah satu unsur penting dalam kriteria suksesor guna memperkuat kemandirian dan daya tahan pesantren di masa depan.

Tim promotor menilai salah satu kekuatan disertasi tersebut terletak pada kemampuannya menempatkan pesantren sebagai organisasi berbasis nilai yang memiliki dinamika kepemimpinan dan tantangan keberlanjutan tersendiri. Dalam perspektif itu, keberhasilan suksesi tidak hanya ditentukan oleh hubungan genealogis, tetapi juga kualitas kepemimpinan, praktik manajerial, kematangan personal, penerimaan sosial, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.

Tim penguji dan penyanggah dalam ujian terbuka tersebut terdiri atas Prof. Dr. Hj. Indrianawati Usman, S.E., M.Sc.; Dr. Praptini Yulianti, Dra. Ec., M.Si.; Dr. Anita Kartika Sari, S.T., M.M.; Prof. Dr. Sri Hartini, S.E., M.Si.; Prof. Dr. Ahmad Rizki Sridadi; Prof. Dr. Gancar Candra Premananto, S.E., M.Si.; Dr. Dien Mardhiyah, S.E., M.Si.; Dr. Yetty Dwi Lestari, S.E., M.T.; serta Prof. Dr. Tanti Handriana, S.E., M.Si.

Selain sivitas akademika, ujian terbuka promosi doktor tersebut juga dihadiri sejumlah undangan dari berbagai kalangan, antara lain guru besar dan akademisi lintas perguruan tinggi, ulama dan pengasuh pesantren, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, Nahdlatul Ulama Jawa Timur, peneliti, tokoh masyarakat, dan pegiat literasi pesantren.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu manajemen sekaligus menjadi referensi praktis bagi pesantren dan lembaga pendidikan Islam dalam menata proses regenerasi kepemimpinan secara terarah dan berkelanjutan.

spot_img
spot_img
-- advertisement --spot_img

Artikel Pilihan