back to top
Selasa, Mei 12, 2026

Mandiri Lewat Sampah, LAZISNU Ranting Sepanjang Malang Wujudkan Mobil Layanan Umat

Gondanglegi, NUMalang – Inovasi pengelolaan lingkungan berbasis kepedulian sosial dilakukan oleh pengurus LAZISNU Ranting Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Melalui program “Sedekah Sampah”, mereka berhasil mengubah limbah rumah tangga menjadi aset produktif hingga mampu mewujudkan satu unit mobil layanan umat.

Program ini berawal dari kepedulian Ketua LAZISNU Ranting Sepanjang, Tobroni, bersama Ketua Tanfidziyah NU Ranting Sepanjang, Ustadz Riadi, terhadap persoalan sampah plastik dan kardus yang kerap menumpuk di lingkungan warga.

“Kami ingin masyarakat mendapatkan pahala yang terus mengalir sekaligus menjaga kebersihan desa agar tidak ada lagi sampah yang berserakan,” ujar Tobroni.

Gagasan ini mulai berjalan ketika LAZISNU Sepanjang menerima dana stimulan sebesar Rp500.000 dalam kegiatan Muharrik MWCNU Gondanglegi yang rutin digelar tiga bulan sekali.

Melalui musyawarah pengurus NU Ranting, dana tersebut kemudian digunakan sebagai modal awal pengadaan plastik sampah besar yang dibagikan kepada warga untuk mendukung pemilahan sampah rumah tangga.

Program “Sedekah Sampah” dijalankan dengan sistem sederhana namun terstruktur. Warga diminta memilah sampah kering seperti botol plastik dan kardus, kemudian dikumpulkan di tempat yang telah disediakan.

Setiap pekan, tim LAZISNU melakukan pengambilan sampah dari rumah warga untuk dikumpulkan dan dikelola secara kolektif sebelum dijual ke pengepul.

Skema ini mendapat respons positif dari masyarakat. Selain membantu kebersihan lingkungan, program ini juga menjadi sumber dana sosial yang terus berkembang.

Relawan Bank Sampah pengurus LAZISNU Ranting Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang tengah memilah sampah dengan penuh ketelitian. (Foto:Fasya/numalang.id)

Dari hasil pengelolaan sampah yang konsisten, dana yang terkumpul akhirnya mampu digunakan untuk pengadaan satu unit mobil layanan umat. Kendaraan ini akan difungsikan untuk berbagai kebutuhan sosial, seperti layanan kesehatan, ambulans darurat, hingga mobilisasi kegiatan kemasyarakatan.

Menurut Ustadz Riadi, program ini menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah yang baik dapat menjadi sumber kemandirian organisasi sekaligus pemberdayaan umat.

“Harapan kami, program ini terus konsisten demi menjaga kesehatan lingkungan dan memperkuat layanan sosial bagi jamaah,” pungkasnya. (*)

Kontributor: Rodli Fasya

spot_img
spot_img
-- advertisement --spot_img

Artikel Pilihan