back to top
Minggu, Mei 10, 2026

Jawab Tantangan Era Digital, PIAUD Al-Qolam Kembangkan Pembelajaran Anak Berbasis STEAM

Gondanglegi, NUMalang – Mahasiswa dan dosen Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Universitas Al-Qolam mengikuti rangkaian kegiatan akademik terintegrasi yang memadukan pengabdian masyarakat, kuliah tamu, hingga pembelajaran lapangan, Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini menjadi upaya kampus dalam mendorong inovasi pembelajaran anak usia dini berbasis teknologi dan pendekatan kreatif.

Mengangkat tema pengembangan desain pembelajaran STEAM berbasis media IT transformatif, kegiatan tersebut diikuti dosen, praktisi pendidikan, dan mahasiswa dalam forum kolaboratif yang menghubungkan teori akademik dengan praktik pembelajaran di lapangan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di RA Raudhatul Ulum Ganjaran, Kabupaten Malang. Dalam agenda tersebut, peserta melakukan pendampingan dan penguatan strategi pembelajaran anak usia dini yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan di kampus Universitas Al-Qolam melalui Visiting Lecture dan Stadium General. Sejumlah materi yang dibahas meliputi pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi informasi, pengelolaan lingkungan belajar yang ramah anak, hingga strategi memahami tumbuh kembang anak di era digital.

Forum akademik ini juga menekankan pentingnya pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) dalam pendidikan anak usia dini. Pendekatan tersebut dinilai mampu menumbuhkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, dan keterampilan problem solving sejak dini.

Dalam sesi diskusi, narasumber menegaskan bahwa pembelajaran anak usia dini tidak lagi cukup mengandalkan metode konvensional. Dunia anak yang semakin dekat dengan teknologi menuntut pendidik menghadirkan proses belajar yang interaktif, menyenangkan, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

“Anak-anak hari ini tumbuh di tengah perkembangan digital yang sangat cepat. Karena itu, guru perlu menghadirkan pembelajaran yang kreatif agar anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis dan berkolaborasi,” ujarnya.

Sebagai penutup, peserta mengikuti city tour edukatif ke Masjid Tiban Turen dan kawasan wisata Batu. Selain menjadi sarana refleksi dan penyegaran, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan sebagai pembelajaran kontekstual untuk memperkuat pengalaman belajar di luar ruang kelas serta membangun kebersamaan antarpeserta.

Secara keseluruhan, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Universitas Al-Qolam dalam memperkuat kualitas pendidikan anak usia dini yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap tantangan zaman. (*)

spot_img
spot_img
-- advertisement --spot_img

Artikel Pilihan