Sumberpucung, NUMalang — Ratusan pesilat dari berbagai perguruan di Kabupaten Malang ambil bagian dalam Kejuaraan Antar Pelajar yang digelar IPSI Kabupaten Malang pada 2–3 Mei 2026 di SMAN 1 Sumberpucung. Dari jumlah tersebut, 80 atlet berasal dari Pagar Nusa yang turun dengan target meraih juara umum.
Ajang ini tidak hanya menjadi ruang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan atlet muda menuju level yang lebih tinggi, termasuk persiapan menghadapi Porprov.
Kejuaraan dibuka secara resmi oleh Ketua IPSI Kabupaten Malang, Ziaul Haq. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya keseimbangan antara prestasi akademik dan pembentukan karakter.
“Pelajar tidak cukup hanya unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki kekuatan fisik, mental, dan kemampuan sosial yang baik,” ujarnya.
Koordinator sekaligus pelatih Pagar Nusa Kabupaten Malang, Bahrul Riski, bersama M Basori, menyampaikan optimisme tinggi menghadapi kejuaraan ini. Modal hasil positif pada ajang O2SN di Kepanjen menjadi bekal penting untuk menatap target lebih besar.
“Setelah capaian di O2SN, kami ingin melangkah lebih jauh. Target kami jelas, meraih juara umum sebagai bagian dari proses pembinaan atlet,” ungkapnya.

Ketua Pagar Nusa Kabupaten Malang, Saiful Anam, menegaskan bahwa kejuaraan ini tidak semata soal hasil akhir, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter pesilat muda.
“Pencak silat bukan hanya soal teknik bertanding, tetapi bagaimana membentuk pribadi yang kuat secara fisik, jernih berpikir, dan berakhlak,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Santoso menyebut kejuaraan ini menjadi bagian dari strategi pembinaan berkelanjutan.
“Ajang ini kami siapkan untuk menjaring bibit atlet potensial yang akan diproyeksikan ke Porprov dan kejuaraan lainnya,” ujarnya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya unsur Polsek Sumberpucung, Koramil Sumberpucung, serta para ketua perguruan pencak silat se-Kabupaten Malang.
Lebih dari sekadar kompetisi, kejuaraan ini mencerminkan nilai dasar pencak silat sebagai perpaduan antara olahraga, pembinaan mental, dan penguatan karakter. Bagi Pagar Nusa, semangat meraih prestasi berjalan seiring dengan komitmen menjaga adab dan integritas di gelanggang.
Dari arena di Sumberpucung, harapan itu kembali ditegaskan: bahwa masa depan pencak silat Kabupaten Malang tidak hanya ditentukan oleh jumlah medali, tetapi juga oleh kualitas karakter generasi mudanya. (*)
Kontributor: Saiful Anam




