back to top
Senin, April 27, 2026

UKT Pagar Nusa Kasembon, Perkuat Kaderisasi dan Ideologi Aswaja di Kabupaten Malang

Kasembon, NUMalang — Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Pagar Nusa yang digelar Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa Kasembon di Desa Bejirejo, Minggu (26/4/2026), menjadi momentum penting dalam memperkuat kaderisasi di tingkat akar Nahdlatul Ulama (NU).

Kegiatan ini tidak sekadar agenda rutin, tetapi menjadi bagian dari upaya sistematis organisasi dalam meningkatkan kualitas sekaligus kuantitas kader. Melalui UKT, para pendekar diuji tidak hanya dari sisi teknik pencak silat, tetapi juga keteguhan ideologi Ahlussunah wal Jamaah.

Ketua PAC Pagar Nusa Kasembon, Joko Setiawan, menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian ini merupakan tindak lanjut dari arahan pimpinan cabang di tingkat kabupaten.

“Ujian kenaikan tingkat ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas personal Pagar Nusa,” ujarnya.

Perkembangan Pagar Nusa di Kasembon pun mendapat apresiasi dari Ketua MWC NU Kasembon, Dr. H. Kaseri Taufiqurahman. Ia menilai pertumbuhan organisasi ini menunjukkan geliat positif di tengah masyarakat basis.

“Alhamdulillah, sejak berdiri sampai sekarang, Pagar Nusa di Kasembon berkembang sangat membanggakan. Kami juga termasuk yang menggagas pendiriannya di sini,” tuturnya.

Di balik pertumbuhan tersebut, nilai-nilai tradisi tetap menjadi fondasi utama. Dewan Khos PC Pagar Nusa sekaligus pembina setempat, Jadu Nur Hidayat atau yang akrab disapa Abah Jadu, menegaskan pentingnya loyalitas santri kepada kiai sebagai bagian dari karakter kader.

“Santri Pagar Nusa kudu manut kiai. Bela kiai sampai mati,” tegasnya.

Pesan tersebut mencerminkan relasi khas dalam tradisi NU, di mana kiai menjadi pusat rujukan moral dan gerakan. Dalam kerangka itu, Pagar Nusa di Kasembon tidak hanya tumbuh sebagai organisasi pencak silat, tetapi juga sebagai benteng kultural dalam menjaga ajaran Ahlussunah wal Jamaah.

Melalui kegiatan ini, Pagar Nusa menegaskan bahwa kaderisasi bukan hanya soal kemampuan fisik, melainkan juga proses penanaman nilai, disiplin, dan loyalitas. Dari tingkat lokal Kasembon, semangat menjaga tradisi dan meneguhkan ideologi terus dirawat sebagai bagian dari tanggung jawab sejarah organisasi.(*)

Kontributor: Saiful Anam

spot_img
spot_img
-- advertisement --spot_img

Artikel Pilihan