Ngajum, NUMalang – Komunitas Sobo Kuburan Malang Raya menggelar kopi darat (kopdar) ke-8 di Desa Maguan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Rabu malam (21/1/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 21.00 WIB tersebut menjadi penutup rangkaian pertemuan komunitas menjelang Hari Raya, sekaligus ajang silaturahmi para pegiat seni dan budaya di Malang Raya.
Koordinator kegiatan, Ustadz M. Sholeh, menyampaikan bahwa kopdar ini merupakan bagian dari ikhtiar syiar budaya yang dikemas dalam bentuk majelis. Menurutnya, Komunitas Sobo Kuburan berupaya menghadirkan ruang pertemuan bagi para penggiat seni, budaya, dan tradisi, sekaligus merawat punden-punden sebagai bagian penting dari sejarah lokal agar tidak terputus dari ingatan kolektif masyarakat.
“Ini bukan sekadar kopdar, tetapi bagian dari syiar budaya. Kami ingin menghadirkan majelis yang merawat tradisi leluhur dan memperkuat kesadaran sejarah lokal, khususnya di kalangan generasi muda,” ujar Ustadz Sholeh. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Maguan atas dukungan penuh terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.
Kepala Desa Maguan, Hani’ah, S.E., menyambut baik kegiatan Komunitas Sobo Kuburan dan menilai peran komunitas ini strategis dalam memperkuat persaudaraan masyarakat. Ia menekankan pentingnya mengenalkan sejarah leluhur kepada generasi penerus sebagai fondasi tumbuhnya solidaritas sosial dan rasa cinta tanah air.
“Kegiatan seperti ini menumbuhkan seduluran saklawase. Jika anak cucu kita mengenal sejarah leluhurnya, maka akan lahir rasa memiliki, solidaritas, dan kecintaan pada tanah air,” tutur Hani’ah. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara istiqamah dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Kopdar tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dan unsur lintas elemen, di antaranya Gus Saiful Anam dari PC PSNU Pagar Nusa, Babinkamtibmas, perangkat desa, serta tokoh masyarakat setempat. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan bahwa pelestarian budaya memerlukan dukungan dan kolaborasi bersama.
Melalui kegiatan ini, Komunitas Sobo Kuburan menegaskan perannya sebagai wadah pertemuan penggiat seni dan budaya di Malang Raya, sekaligus ruang edukasi kultural yang menghubungkan tradisi, sejarah, dan solidaritas sosial dalam bingkai kebudayaan lokal. (*)




