back to top
Selasa, Februari 10, 2026

Perkuat Kaderisasi, Ansor–Banser Wagir Tuntaskan PKD dan Diklatsar

Wagir, NUMalang.id — Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Wagir menuntaskan rangkaian Pendidikan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Satuan Koordinasi Rayon (Satkoryon) Banser Wagir. Kegiatan kaderisasi ini digelar selama tiga hari, Jumat–Ahad (16–18 Januari 2026), di Panti Asuhan Punden Sidorahayu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.

Kegiatan tersebut menjadi bagian strategis dalam proses penguatan kaderisasi GP Ansor dan Banser di tingkat kecamatan. Melalui PKD dan Diklatsar, Ansor–Banser Wagir berupaya mencetak kader-kader yang militan, berkarakter kuat, serta memiliki loyalitas tinggi kepada ulama dan jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU).

Dalam PKD, para peserta dibekali materi kepemimpinan, penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja), serta wawasan kebangsaan. Pembekalan ini menjadi fondasi utama agar kader Ansor mampu berkhidmah secara aktif, adaptif, dan bertanggung jawab di tengah dinamika sosial masyarakat.

Sementara itu, Diklatsar Banser difokuskan pada pembentukan kader yang disiplin, berintegritas, dan berjiwa sosial. Banser dipersiapkan sebagai garda terdepan dalam menjaga ulama, mengawal kegiatan keagamaan NU, serta turut mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai potensi ancaman, termasuk paham radikalisme.

Ketua PAC GP Ansor Wagir, Sahabat Melani Albar, M.Pd, mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya PKD dan Diklatsar yang berjalan lancar dan sukses. Ia menegaskan bahwa keberhasilan kegiatan ini merupakan hasil kerja kolektif panitia serta dukungan penuh seluruh kader Ansor dan Banser di Wagir.

“Alhamdulillah, PKD dan Diklatsar dapat terlaksana dengan baik. Kami berharap kader-kader yang telah mengikuti diklat ini senantiasa istiqamah dalam pergerakan Ansor dan Banser, serta mampu mengamalkan nilai-nilai ke-NU-an yang telah ditanamkan selama proses kaderisasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kaderisasi merupakan ruh utama dalam perjalanan organisasi. Tanpa proses diklat yang berkelanjutan, organisasi akan kehilangan arah regenerasi dan kesinambungan kepemimpinan.

“Diklat ibarat sekolah kader. Dari sinilah Ansor dan Banser menyiapkan calon-calon pemimpin masa depan yang siap mengabdi, berkhidmah, dan menjaga marwah organisasi,” pungkasnya. (*)

Kontributor: Teggar Saputra

spot_img
spot_img
-- advertisement --spot_img

Artikel Pilihan