NUMALANG.ID., Kepanjen– Pimpinan Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Malang terus memperkuat jejaring dan kerjasama dengan sejumlah perguruan tinggi. Yang terbaru, banom (badan otonom) Nahdlatul Ulama yang diketuai oleh KH. Abdullah SAM, S.Psi., M.Pd., menandatangani MoU (Memorandum of Understanding) dengan Universitas Kepanjen, Sabtu (15/3/2025).
Kerjasama ini menandai komitmen antara PC ISNU Kabupaten Malang dan Universitas Kepanjen dalam memperkuat kerjasama di bidang pendidikan, riset dan pengabdian kepada masyarakat. Tak hanya itu, MoU yang diteken di Ruang Pertemuan Gedung Rektorat Universitas Kepanjen tersebut juga menjadi peluang bagi penggerak Nahdlatul Ulama yang ingin mengupgrade diri dalam mengakses pendidikan tinggi yang terjangkau.
Ketua PC ISNU Kabupaten Malang, KH. Abdullah SAM, S.Psi., M.Pd., menyampaikan bahwa penting bagi ISNU untuk sinergi dengan institusi perguruan tinggi seperti Universitas Kepanjen dalam menjawab tantangan era digital. Di Kabupaten Malang ini kata Abdullah, mayoritas adalah NU.
“Kalau ingin mengentaskan kemiskinan, ingin malang lebih baik, maka NU harus baik dulu”, tegasnya singkat.
Selain dalam menyediakan peluang beasiswa dan pendidikan yang mudah bagi kader NU, menurut Ketua PC ISNU, tantangan zaman hari ini adalah menghadapi ancaman perang asimetris seperti korupsi dan disrupsi teknologi.
“Kita tidak tahu kedepan siapa lawan kita. Dan dalam menghadapi hal ini diperlukan digital quotient (DQ) atau kecerdasan digital”, kata Abdullah.
Kemudian, Pengasuh Pesantren Rakyat Al-Amin itu berharap, Universitas Kepanjen ini bisa menjadi kampus yang berbasis digital quotient pertama di Malang. “Saya berdoa Universitas Kepanjen menjadi kampus yang berbasis artificial intelligence (AI), coding, dan digital quotient”, harapnya.
Hal tersebut bukan tanpa alasan, karena kiai dan tokoh muda Kabupaten Malang tersebut pernah membawa usulan tersebut kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. “Saya pernah usulkan saat itu ISNU kepada UNHAN (Universitas Pertahanan) agar segera membentuk angkatan keempat, yakni angkatan siber. Apalagi dengan luasnya negara kita ini, angkatan siber harus segera dibentuk”, ungkapnya.
Mengamini apa yang disampaikan oleh Ketua PC ISNU Kabupaten Malang, Rektor Universitas Kepanjen, Dr. Tri Nurhudi Sasono, S.Kep., Ns., M.Kep., sendiri telah mengembangkan Learning Management System (LMS) digital yang memungkinkan mahasiswanya dapat belajar secara digital dari manapun.
“Kami berkomitmen menciptakan pendidikan yang berbasis nilai (value based education) dan terus berinovasi dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat”, kata Tri.
Dr. Tri mengatakan bahwa rangka mewujudkan tri darma perguruan tinggi, Universitas Kepanjen berkomitmen dan siap berkolaborasi dengan NU. “Kami ingin memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi calon mahasiswa, termasuk melalui program beasiswa akademik, hafidz, kuliah sambil bekerja, serta beasiswa influencer”, kata Sekretaris HIPNU (Himpunan Perawat Nahdlatul Ulama) itu.
Di sisi lain, Ketua Yayasan PEMKAB Malang, Bambang Suryanto menyambut baik kerjasama yang terjalin antara PC ISNU Kabupaten Malang dan Universitas Kepanjen. Bambang menginginkan kampusnya dapat menjadi pusat pendidikan yang inklusif bagi semua lapisan Masyarakat.
“Ini bukan hanya milik yayasan atau rektorat, tetapi milik kita semua. Kami membuka peluang bagi siapa pun yang ingin menempuh pendidikan di sini, termasuk melalui program beasiswa corporate yang bisa diakses melalui ISNU”, ujar Bambang.
Selain seremonial kerjasama, kegiatan sore kemarin (red: Selasa/3/2025) dirangkai dengan forum Saur Manuk dan Buka Bersama yang dihadiri oleh sejumlah insitusi dan jaringan organisasi seperti Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang, Yayasan Arek Kepanjen Indonesia, ICMI, banom-banom NU (GP Ansor, Fatayat, PMII, IPNU, IPPNU), pengurus PC ISNU dan PAC ISNU se-Kabupaten Malang.
Forum diskusi yang digagas oleh PC ISNU Kabupaten Malang itu mengangkat tema Budaya Laten Korupsi dengan menghadirkan dua narasumber yakni, Dian Arif Cahyono, Ketua Yayasan Arek Kepanjen Indonesia dan Ari Kuswadi, Jaksa Fungsional Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang.
Dalam Saur Manuk ini, para narasumber membahas bagaimana budaya korupsi telah mengakar dalam kehidupan sosial dan bagaimana pendidikan serta pendekatan moral dapat menjadi solusi dalam mengatasinya.
“Mudah-mudahan apa yang kita bahas di saur manuk ini didengar langit dan di dengar bapak presiden. Dan semoga dari usul dari Malang ini bisa menggerakkan semua elemen untuk bergerak memberantas dan membebaskan Indonesia dari korupsi”, tutup KH. Abdullah SAM. (cha)
Reporter: Chandra Djoego