NUMALANGID — Di bawah langit cerah yang menjadi saksi khidmatnya acara, Pondok Pesantren Manbaul Huda Karangploso dipadati oleh sekitar 700 undangan dan keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) pada Minggu, 25 Oktober 2026. Kehadiran para jemaah dari berbagai elemen ini menandai puncak Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 sekaligus momentum pelantikan dan baiat Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Karangploso masa khidmat 2026–2031.
Sejak pagi hari, para pengurus Ranting NU beserta Banom Ranting, Pengurus PAC Banom (Muslimat, Fatayat, Ansor, IPNU-IPPNU, Pagar Nusa, dan Pergunu) Kecamatan Karangploso tampak antusias memadati lokasi acara.
Prosesi sakral ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimcam, Kepala KUA, Kepala Desa, jajaran Mustasyar, serta Ketua PCNU Kabupaten Malang, KH. Hamim Kholili, beserta jajarannya. Hadir pula mendampingi Ketua PCNU, anggota DPR RI Gus H. Ali Ahmad, S.H., dan Muslimin, S.Pd., M.H., yang juga duduk di jajaran Mustasyar MWCNU Karangploso. Pondok Pesantren Manbaul Huda sendiri dipimpin oleh KH. Lutfi Hakim, yang pada kepengurusan ini resmi diamanahi sebagai Rois Syuriah baru MWC NU Karangploso.
Rangkaian acara diawali dengan pelantikan Pengurus PAC Pergunu Kecamatan Karangploso yang dipimpin langsung oleh Ketua PC Pergunu Kabupaten Malang, Abdur Rosyid Assadulloh, S.Pd., M.M. Acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi inti, yakni pelantikan dan baiat Pengurus MWCNU Karangploso yang dipimpin oleh Gus H. Abu Yazid Al Bustomi, M.A., mewakili jajaran Syuriah PCNU Kabupaten Malang sekaligus pengasuh Ponpes PPAI Darun Najah.
Salah satu momen penting dalam acara tersebut adalah penyerahan secara simbolis Rencana Strategis (Renstra) MWCNU Karangploso untuk masa khidmat 2026–2031. Dokumen roadmap lima tahun ke depan ini diserahkan oleh Ketua MWCNU dua periode, Gus Nahdlil Khoir, kepada jajaran Syuriah dan PCNU Kabupaten Malang.
Dalam sambutannya, Ketua PCNU KH. Hamim Kholili menyampaikan apresiasi tinggi atas penyusunan Renstra tersebut. Menurutnya, terdapat potensi besar di Karangploso yang dapat dikembangkan, dan isi Renstra tersebut dinilai sangat sejalan dengan program PBNU ke depan.
Gus Nahdlil Khoir, yang juga Pengasuh PPAI An-Nahdliyah dan kembali memimpin MWCNU untuk periode kedua, berharap seluruh kader potensial NU dapat bersinergi secara optimal.
“Semoga di bawah kepengurusan MWCNU ini, seluruh kader dapat berjuang dan berkhidmat bersama demi kemaslahatan umat dan masyarakat luas,” ujarnya.
Sementara itu, panitia pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara seluruh Banom, lembaga, dan stakeholder terkait. Diharapkan, kehadiran dan kemanfaatan NU di Karangploso dapat dirasakan secara nyata, tidak hanya oleh warga Nahdliyyin, tetapi juga oleh masyarakat luas.
Penulis : Yuni Kuswandi




