back to top
Minggu, November 1, 2026

Roudlotul Ulum Kayutangan Gagas Paguyuban TPQ dan Madin untuk Perkuat Pendidikan Keagamaan

Klojen, NUMALANGID – Roudlotul Ulum (RU) Kayutangan, Kota Malang, menggagas pembentukan paguyuban Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan madrasah diniyah (Madin) sebagai upaya memperkuat koordinasi dan kualitas pendidikan keagamaan di lingkungan Kelurahan Kauman. Gagasan tersebut disampaikan dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 melalui kegiatan Kirab Santri dan Jalan Sehat yang digelar pada Minggu (25/10/2026).

Pembina RU Kayutangan, H. Achmad Ghozalie Sirodj, berharap paguyuban tersebut dapat menjadi wadah komunikasi dan berbagi pengalaman antarlembaga pendidikan keagamaan. Melalui forum bersama, pengelola TPQ dan Madin dapat bertukar gagasan, membagikan metode pembelajaran, serta mengembangkan program pendidikan yang lebih baik.

Menurut Achmad, kerja sama antarlembaga perlu diperluas agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas. Ia berharap paguyuban tidak hanya melibatkan lembaga pendidikan di empat RW, tetapi juga menjangkau seluruh wilayah Kelurahan Kauman yang terdiri atas sepuluh RW.

Selain menjadi ruang koordinasi, paguyuban tersebut diharapkan dapat mendorong kegiatan bersama, seperti perlombaan edukatif antarlembaga. Kegiatan itu tidak semata-mata menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana bertukar pengalaman dan mengevaluasi proses pembelajaran agar pendidikan yang diberikan semakin berkualitas.

Achmad menilai penguatan pendidikan keagamaan perlu berjalan seiring dengan penanaman nilai sejarah perjuangan ulama dan santri kepada generasi muda. Menurutnya, Hari Santri bukan sekadar peringatan seremonial, melainkan momentum untuk mengenalkan kontribusi ulama Nahdlatul Ulama (NU) dalam perjalanan sejarah bangsa.

Ia mengingatkan kembali Resolusi Jihad yang dicetuskan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945 sebagai bagian penting dari sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Semangat tersebut, menurut dia, perlu terus dikenalkan kepada para santri agar mereka memahami peran ulama dan pendahulunya dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Karena itu, ia berharap pengurus ranting NU bersama badan otonom (Banom) dapat terus menghidupkan peringatan Hari Santri setiap tahun. Keterlibatan lembaga pendidikan keagamaan juga dinilai penting untuk mengenalkan sejarah perjuangan sekaligus menanamkan pemahaman ke-NU-an sejak dini.

Foto: Pembina RU Kayutangan, H. Achmad Ghozalie Sirodj. (numalangid)

RU Kayutangan merupakan lembaga pendidikan Islam yang berdiri pada 1967 dan dirintis oleh KH Sirodj Dahlan, yang dikenal sebagai santri KH Hasyim Asy’ari. Pendidikan di lembaga tersebut kemudian dilanjutkan oleh putranya, KH Achmad Ghozali Sirodj.

Di kawasan Kayutangan, pendidikan Al-Qur’an juga berkembang melalui sejumlah lembaga TPQ, di antaranya Abu Hasan, Al-Husna, Baiturrahmah, Darussalam, dan Shirothol Jannah. Keberadaan lembaga-lembaga tersebut menjadi bagian dari upaya masyarakat dalam memberikan pendidikan keagamaan kepada anak-anak.

Sementara itu, Kirab Santri dan Jalan Sehat yang digelar Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kayutangan bersama badan otonom NU dan TPQ se-Kayutangan diikuti lebih dari 400 peserta. Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, kegiatan tersebut dipusatkan di Balai RW 02 Kayutangan.

Sejumlah unsur masyarakat dan pemerintahan turut hadir, di antaranya Ketua MWCNU Klojen, Lurah Kauman, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Peserta kirab menyusuri Jalan Jenderal Basuki Rachmad Gang II, Jalan Semeru, Jalan Arjuno, dan Jalan Kawi, sebelum mengakhiri perjalanan di Jalan A.R. Hakim Gang II, tepatnya di depan New Hongkong.

Kepala Madrasah Diniyyah Wal-Qur’an Roudlotul Ulum, Novi Rosita R, S. Pd, M. Sos berharap kegiatan kirab santri dapat menjadi agenda tahunan di Kayutangan. Ia menyampaikan bahwa evaluasi bersama dan penghimpunan masukan dari berbagai pihak akan dilakukan sebagai bahan perbaikan untuk penyelenggaraan berikutnya.

Baginya, peringatan Hari Santri perlu menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan, merawat tradisi keilmuan, serta meneruskan nilai perjuangan ulama kepada generasi muda. (*)

spot_img
spot_img
-- advertisement --spot_img

Artikel Pilihan