KARANGPLOSO — Sebanyak lebih dari 100 lembaga pendidikan yang tersebar di 9 desa, baik negeri maupun swasta, menjadi titik kunjungan Tim Kirab Koin Lazisnu MWCNU Karangploso dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026.
Kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 14 Oktober 2026, ini dilepas secara langsung oleh Ketua MWCNU Karangploso, Gus Nahdlil Khoir, di halaman Kantor MWCNU Karangploso. Dalam sambutannya, beliau berpesan agar Kirab Koin kali ini menjadi momentum awal bagi Lazisnu untuk bersinergi secara luas dengan seluruh lembaga pendidikan demi memberikan kemanfaatan yang lebih besar kepada masyarakat.
Kegiatan ini bukan sekadar agenda simbolis semata. Lazisnu sebagai lembaga resmi Nahdlatul Ulama di bidang Pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) berupaya aktif menjalin kerja sama strategis dengan lembaga-lembaga pendidikan sekaligus menanamkan kesadaran sosial dan kebiasaan bersedekah kepada para siswa sejak dini.
Kirab Koin ini merupakan salah satu dari 10 rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional yang diselenggarakan oleh MWCNU Karangploso. Kesemarakan acara semakin terasa dengan keterlibatan seluruh Badan Otonom (Banom) NU serta para ketua ranting NU se-Kecamatan Karangploso yang turut serta mengiringi syiar NU di tengah masyarakat.
Antusiasme tinggi tampak dari respons positif sejumlah lembaga pendidikan yang menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti kerja sama berkelanjutan dengan Lazisnu, khususnya dalam hal pengumpulan sedekah dan pentasyarufan. Langkah ini sejalan dengan salah satu dari empat program unggulan Lazisnu, yakni NU-Care Cerdas, yang difokuskan untuk membantu siswa-siswi kurang mampu.

Di bawah komando langsung Mulyono Andika selaku Ketua Lazisnu MWCNU Karangploso, kegiatan akbar ini tuntas dilaksanakan hingga pukul 15.00 WIB.
Meski demikian, agenda tersebut sempat diwarnai sedikit kendala waktu dari jadwal semula. Tim 2 yang dikoordinatori oleh Sekretaris Lazisnu, Yuni Kuswandi, harus menempuh rute yang cukup ekstrem demi menjangkau lembaga pendidikan di daerah terpencil tepat di bawah kawasan hutan Gunung Arjuno, bahkan sempat mengalami musibah pecah ban saat menuju titik kumpul. Kendati demikian, semangat tim tidak surut hingga seluruh rangkaian kegiatan dapat diselesaikan dengan baik.
Penulis : Yuni Kuswandi




