Tirtoyudo, NUMALANG — Sebanyak 16 santri baru Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Ranting Ampel Gading mengikuti pembaiatan di Pesanggrahan, Desa Ampel Gading, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jumat malam (18/9/2026). Prosesi berlangsung khidmat dengan kehadiran orang tua masing-masing santri dan disaksikan ratusan anggota Pagar Nusa.
Kegiatan yang diselenggarakan Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pagar Nusa Kecamatan Tirtoyudo itu menjadi momentum pengukuhan anggota sekaligus peneguhan komitmen terhadap nilai-nilai perjuangan organisasi, akidah Ahlussunnah wal Jamaah, dan pengabdian kepada Nahdlatul Ulama (NU).
Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain KH Abdul Kodir, pengasuh Pondok Pesantren Nur Al-Tauhid Tirtoyudo, Rosidi, serta para sesepuh dan pendekar senior Desa Ampel Gading.
Ketua PAC Pagar Nusa Kecamatan Tirtoyudo, KH Muhammad Romli Muar, M.H.I., mengatakan pembaiatan menjadi momentum untuk memantapkan semangat perjuangan Pagar Nusa sekaligus menumbuhkan kesiapan lahir dan batin dalam menjalankan amanah para muassis bagi agama, bangsa, dan NU.

Ia juga menekankan pentingnya akhlakul karimah sebagai landasan perilaku setiap anggota. Menurut dia, kemampuan bela diri harus diimbangi dengan kedisiplinan, pengendalian diri, dan penghormatan terhadap sesama.
Ketua Pimpinan Cabang (PC) Pagar Nusa Kabupaten Malang, Saiful Anam, menegaskan bahwa pembaiatan bukan sekadar pengukuhan anggota, melainkan juga ikrar pengabdian kepada agama, bangsa, dan NU.
“Santri Pagar Nusa harus kuat dalam pencak silat, teguh dalam akidah Ahlussunnah wal Jamaah, dan luhur dalam akhlak. Pendekar sejati bukan hanya mampu mengalahkan lawan, tetapi juga mampu mengendalikan diri, menghormati sesama, dan menjaga marwah organisasi. Ilmu adalah kekuatan, akhlak adalah kemuliaan, dan pengabdian adalah bukti kesetiaan,” ujarnya.
Setelah pembaiatan, kegiatan dilanjutkan dengan latihan bersama yang dipimpin langsung oleh Saiful Anam. Latihan tersebut menjadi sarana konsolidasi sekaligus penguatan teknik pencak silat, kedisiplinan, dan kebersamaan antarsantri Pagar Nusa di Kecamatan Tirtoyudo.
Pelatih Pagar Nusa Kecamatan Tirtoyudo, Untung Cahyono, berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat loyalitas santri dan mendorong perkembangan organisasi, baik dari segi kuantitas maupun kualitas.
Menurut dia, pertumbuhan jumlah anggota perlu diimbangi dengan pembinaan berkelanjutan. Dengan demikian, santri tidak hanya memiliki keterampilan pencak silat, tetapi juga memahami nilai-nilai organisasi dan tanggung jawab sebagai kader Pagar Nusa.
Kehadiran orang tua dalam prosesi pembaiatan menjadi bagian dari kegiatan tersebut. Di hadapan keluarga, guru, dan para sesepuh, para santri meneguhkan komitmen untuk menjaga kehormatan diri dan organisasi. Adapun latihan bersama setelah pembaiatan menjadi bagian dari proses pembinaan lanjutan bagi para anggota baru.
Melalui kegiatan ini, PAC Pagar Nusa Kecamatan Tirtoyudo berharap dapat membentuk kader yang tangguh dalam pencak silat, teguh dalam akidah Ahlussunnah wal Jamaah, berakhlakul karimah, serta setia mengabdi kepada agama, bangsa, dan NU. (*)
Kontributor: Saiful Anam




