back to top
Selasa, Juli 7, 2026

Pengurus Ranting dan Muslimat NU Sutojayan Istiqamah Santuni Anak Yatim, Hidupkan Semangat Muharram

Sutojayan, NUMALANG – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) dan Muslimat NU Ranting Sutojayan menyelenggarakan kegiatan santunan anak yatim piatu pada Ahad (28/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan Tahun Baru Islam yang rutin dilaksanakan setiap tahun.

Ketua panitia Achmad Rifai menjelaskan bahwa kegiatan santunan tidak hanya bertujuan memberikan bantuan kepada anak yatim piatu, tetapi juga memperkuat tali silaturahmi dan solidaritas masyarakat melalui semangat ukhuwah Islamiyah.

“Kegiatan ini menjadi sarana mempererat kebersamaan masyarakat sekaligus mengajak seluruh elemen untuk peduli terhadap anak-anak yatim piatu di lingkungan sekitar,” ujarnya.

Menurut panitia, momentum bulan Muharram dimanfaatkan untuk mengajak para dermawan dan masyarakat luas berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim piatu. Partisipasi masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan program sosial yang selama ini dijalankan oleh ranting NU dan Banom NU.

Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari program rutin tahunan Pengurus Ranting NU dan Muslimat NU Sutojayan yang terus dijaga keberlangsungannya. Hal itu dilakukan sebagai upaya menanamkan nilai-nilai keislaman, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama.

Dalam kesempatan itu, Pengawas Pendidikan Agama Islam (PPAI) Ketapang, Kiai Ahmad Masduki, menyampaikan tausiyah tentang makna hijrah yang sesungguhnya. Menurutnya, hijrah tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat, tetapi juga perubahan sikap dan perilaku menuju kehidupan yang lebih baik.

“Hijrah itu bukan cuma pindah tempat, tetapi pindah hati. Dari pelit menjadi dermawan, dari sibuk sendiri menjadi peduli sesama,” tutur Kiai Ahmad Masduki.

Ia menambahkan bahwa bulan Muharram dikenal sebagai Syahrullah atau bulan Allah. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal kebajikan, termasuk membahagiakan anak yatim.

“Di antara amalan yang sangat dicintai Allah pada bulan Muharram adalah mengembirakan anak yatim. Semoga kegiatan ini menjadi wasilah keberkahan bagi seluruh masyarakat,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, Pengurus Ranting NU dan Muslimat NU Sutojayan berharap tradisi santunan anak yatim dapat terus dilaksanakan secara istiqamah serta menjadi penguat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

spot_img
spot_img
-- advertisement --spot_img

Artikel Pilihan