back to top
Jumat, Februari 6, 2026

Putihkan Stadion Gajayana Malang,103 ribu Nahdhiyyin siap kepung Kota Malang dalam Mujahadah Kubro

NUMALANG – Mujahadah Kubro PWNU Jawa Timur dalam rangka Harlah Satu Abad NU ke-103 Hijriyah di Stadion Gajayana,
Gelombang jamaah Nahdlatul Ulama (Nahdliyin) dari seluruh penjuru Jawa Timur dipastikan akan memadati Kota Malang pada akhir pekan ini, 7-8 Februari 2026. Berdasarkan data terbaru dari PWNU Jawa Timur, jumlah pendaftar peserta Mujahadah Kubro dalam rangka Harlah NU ke-103 Hijriyah telah menembus angka fenomenal, yakni 102.957 orang atau dibulatkan menjadi 103.000 peserta, sesuai dengan angka tahun lahir NU dalam penanggalan Hijriyah.
Data yang dirilis oleh Prof. Faqih (PWNU Jatim) menunjukkan bahwa antusiasme jamaah sangat tinggi menjelang penutupan pendaftaran (H-3). Hingga 6 Februari, tercatat sebanyak 75.957 jamaah dari berbagai PCNU se-Jatim dan lebih dari 27.000 anggota Muslimat NU yang telah mengonfirmasi kehadiran mereka.

PCNU Kabupaten Malang Terjunkan 22 Ribu Jamaah
Sebagai tuan rumah pendamping

PCNU Kabupaten Malang menunjukkan kesiapan luar biasa dengan memobilisasi sebanyak 22.003 jamaah. Ribuan warga NU ini akan diberangkatkan menggunakan total 4.250 unit armada yang terdiri dari bus, mobil pribadi, hingga sepeda motor.
Untuk memudahkan pergerakan massal ini, panitia PCNU Kabupaten Malang telah membagi arus keberangkatan ke dalam tiga Drop Zone utama di sekitar Stadion Gajayana:

Drop Zone 1 (Jl. Retawu/Wilis): Menampung 3.049 jamaah dari wilayah Barat seperti Dau, Ngantang, dan Pujon.

Drop Zone 2 (Jl. Tugu/Cipto): Menampung 6.003 jamaah dari wilayah Timur dan Utara seperti Lawang, Singosari, dan Pakis.

Drop Zone 3 (Kawasan Kudusan & Sekitarnya): Menjadi titik terbesar dengan 12.951 jamaah dari wilayah Selatan meliputi Kepanjen, Turen, Gondanglegi, hingga Ampelgading. Sebanyak 1.300 jamaah di zona ini bahkan dilaporkan akan melakukan aksi jalan kaki sebagai bentuk semangat perjuangan.
Rekapitulasi Kendaraan PCNU Kab. Malang

Ketua Panitia menyatakan bahwa angka 103.000 ini bukan sekadar statistik, melainkan simbol kekuatan spiritual Nahdliyin Jawa Timur. “Alhamdulillah, angka ini selaras dengan usia NU yang ke-103 Hijriyah. Kami siap menyambut kehadiran para kiai, santri, dan jamaah untuk bermujahadah bersama demi keselamatan bangsa,” ungkap pesan dari Sekretariat PWNU.
Acara yang dipusatkan di Stadion Gajayana ini dijadwalkan akan dihadiri oleh Presiden Indonesia Prabowo Subianto serta jajaran syuriyah dan tanfidziyah PWNU Jatim serta tokoh-tokoh nasional.

spot_img
spot_img
-- advertisement --spot_img

Artikel Pilihan