back to top
Jumat, Februari 6, 2026

SMK Shifa’ Kalipare Biasakan Sholat Dhuha dan Mengaji Pagi untuk Bangun Karakter Siswa

Kalipare, NUMalang.id — SMK Shifa’ Kalipare, Kabupaten Malang, menerapkan pembiasaan sholat Dhuha dan mengaji setiap pagi sebelum kegiatan belajar mengajar sebagai bagian dari pendidikan karakter dan penguatan budaya religius. Kegiatan ini diikuti seluruh siswa secara rutin sebelum jam pelajaran pertama dimulai.

Bagi siswa Musta’in, kebiasaan tersebut memberikan dampak langsung pada kesiapan belajar.

“Kalau pagi dimulai dengan sholat Dhuha dan mengaji, saya lebih tenang dan bisa konsentrasi di kelas. Pikiran jadi lebih ringan dibandingkan kalau langsung masuk pelajaran,” ujarnya.

Kepala SMK Shifa’ Kalipare Imam Rofiq, M.Pd, mengatakan pembiasaan ini bukan sekadar rutinitas formal, tetapi bagian dari strategi pembentukan karakter siswa.

“Sholat Dhuha dan mengaji pagi kami jadikan fondasi spiritual dan etika siswa. Ini bagian dari proses pendidikan, bukan kegiatan tambahan,” kata Imam Rofiq saat diwawancarai, Senin (2/2/2026).

Menurut dia, pembiasaan ibadah pagi mendorong kedisiplinan siswa, terutama dalam manajemen waktu. Kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran moral dan tanggung jawab, karena siswa menyadari kewajiban mereka sebagai hamba kepada Sang Pencipta.

Membiasakan siswa sholat Dhuha setiap pagi, SMK Shifa’ Kalipare menumbuhkan karakter religius, disiplin, dan kesiapan belajar sejak awal hari. (Foto: numalang.id)

Dari sisi psikologis, mengaji dan sholat Dhuha membantu menenangkan batin siswa sebelum memasuki kelas, sehingga mereka lebih siap dan fokus menerima pelajaran. Aktivitas membaca Al-Qur’an pun menjadi “pemanasan mental” sebelum menghadapi mata pelajaran akademik yang menuntut konsentrasi tinggi, seperti matematika.

Lebih jauh, Imam Rofiq menekankan bahwa kebiasaan ini bertujuan membangun budaya sekolah yang menyeimbangkan aspek akademik dan pembinaan karakter. Nilai-nilai religius yang ditanamkan diharapkan melekat dan menjadi kebiasaan positif siswa hingga mereka lulus.

Program ini juga mendapat respons positif dari orang tua siswa. Banyak orang tua menilai pembiasaan ibadah pagi sebagai nilai tambah, terutama di tengah kekhawatiran terhadap pengaruh negatif teknologi dan pergaulan.

“Orang tua berharap anak tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan moral yang baik. Pembiasaan ini memberi rasa tenang karena anak memulai hari dengan kegiatan yang positif,” ujar Imam Rofiq.

SMK Shifa’ Kalipare menyatakan akan terus mempertahankan kebijakan tersebut sebagai bagian dari komitmen sekolah dalam penguatan pendidikan karakter. (*)

spot_img
spot_img
-- advertisement --spot_img

Artikel Pilihan