back to top
Sabtu, Februari 21, 2026

Pesantren Ramadhan SMK Shifa Kalipare Tekankan Pembinaan Hati dan Disiplin Ibadah Siswa

Kalipare, Numalang.id – SMK Shifa Kalipare menggelar kegiatan Pesantren Ramadhan selama tiga hari, Kamis–Sabtu (19–21/2/2026), sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter dan spiritual siswa. Kegiatan ini diikuti seluruh siswa-siswi, dewan guru, serta staf sekolah.

Kajian utama disampaikan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Shirotul Fuqoha’, KH. Ahmad Noer Shodiq Achrom. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya kebersihan hati sebagai fondasi utama dalam menjalankan ibadah Ramadhan.

Menurutnya, salah satu tanda hati yang belum baik adalah ketika seseorang melihat dosa lalu hanya beristighfar tanpa kesungguhan memperbaiki diri. Selain itu, sulit fokus saat berdzikir dan tidak memperhatikan nasihat juga menjadi indikator lemahnya kesiapan hati menerima kebaikan.

“Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga. Seluruh anggota tubuh harus ikut berpuasa. Mata, lisan, dan pikiran juga harus dijaga,” tegasnya di hadapan peserta.

Ia menambahkan, Ramadhan merupakan momentum penyucian diri. Untuk itu, siswa didorong menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat utama selama bulan suci. Para peserta dianjurkan meningkatkan kualitas dan kuantitas bacaan, bahkan menargetkan khatam lebih dari satu kali dengan tetap memperhatikan tajwid dan ketepatan makhraj.

Dampak Pendidikan Karakter

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya SMK Shifa Kalipare dalam memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keislaman. Tidak hanya fokus pada kompetensi vokasi, sekolah juga menanamkan pembinaan akhlak dan kedisiplinan spiritual.

Pesantren Ramadhan dinilai mampu membangun kesadaran siswa untuk lebih reflektif terhadap perilaku sehari-hari, terutama dalam menjaga sikap, tutur kata, serta interaksi sosial selama bulan suci.

Dengan pelaksanaan kegiatan ini, SMK Shifa Kalipare berharap Ramadhan menjadi ruang pembentukan karakter yang lebih kuat bagi generasi muda di wilayah Kalipare, tidak hanya secara ritual, tetapi juga dalam implementasi nilai-nilai keagamaan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.(*)

spot_img
spot_img
-- advertisement --spot_img

Artikel Pilihan