back to top
Jumat, Februari 6, 2026

MWC NU Pakisaji Ziarah Muassis, Meneguhkan Spirit Menyambut Satu Abad NU

PAKISAJI, NUMalang.id — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Pakisaji menggelar ziarah muassis, Senin (2/2/2026), dalam rangka menyambut satu abad berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) versi kalender Masehi. Kegiatan yang bertepatan dengan 13 Sya’ban 1447 Hijriah ini menjadi momentum refleksi sejarah sekaligus penguatan komitmen jam’iyah NU di tingkat kecamatan.

Ziarah muassis diikuti jajaran pengurus MWC NU Pakisaji, unsur badan otonom, serta warga Nahdliyin setempat. Rombongan melantunkan tahlil dan doa di makam para ulama pendiri NU dengan khidmat. Prosesi berlangsung sederhana namun sarat makna, mencerminkan tradisi ke-NU-an yang telah mengakar kuat di tengah masyarakat Pakisaji.

Ketua MWC NU Pakisaji menyampaikan bahwa ziarah muassis bukan sekadar agenda seremonial. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana refleksi bersama bagi warga NU di Pakisaji untuk menautkan nilai perjuangan para muassis dengan tantangan jam’iyah hari ini.

“Melalui ziarah muassis, kami ingin meneguhkan kembali nilai-nilai perjuangan para pendiri NU. NU lahir untuk menjaga agama sekaligus merawat keutuhan bangsa, dan nilai itu harus terus hidup hingga ke tingkat akar rumput,” ujarnya.

Momentum bulan Sya’ban dipandang memiliki makna tersendiri. Dalam tradisi Islam, Sya’ban dikenal sebagai bulan persiapan spiritual menuju Ramadhan. Karena itu, ziarah muassis dimaknai sebagai upaya menyucikan niat dan memperkuat komitmen organisasi sebelum memasuki babak baru perjalanan NU.

Peringatan satu abad NU versi kalender Masehi juga menjadi titik refleksi penting bagi jam’iyah. NU tidak hanya dituntut menjaga tradisi keagamaan, tetapi juga memperkuat peran sosial di tengah perubahan masyarakat yang kian cepat. Tantangan digitalisasi, penguatan ekonomi umat, hingga penguatan harmoni sosial menjadi bagian dari medan khidmah NU di tingkat lokal.

Melalui ziarah ini, MWC NU Pakisaji menegaskan komitmen untuk terus menghidupkan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah yang moderat, inklusif, dan berakar pada tradisi ulama. Spirit para muassis diharapkan tetap menjadi pijakan NU Pakisaji dalam menjalankan peran keagamaan dan sosial di tengah masyarakat.

Ziarah muassis pun menjadi penanda bahwa menyambut satu abad NU bukan sekadar perayaan usia, melainkan momentum peneguhan jati diri dan arah perjuangan. Dari Pakisaji, doa-doa dipanjatkan agar Nahdlatul Ulama senantiasa istiqamah menjaga agama, merawat persatuan, dan terus hadir untuk umat dan bangsa. (*)

Kontributor: Sholikan

spot_img
spot_img
-- advertisement --spot_img

Artikel Pilihan