back to top
Jumat, Februari 6, 2026

Estafet Perjuangan Berlanjut, Gus Dimyati dan KH Abdul Malik Kembali Nakhodai MWCNU Kromengan

KROMENGAN – Estafet perjuangan Nahdlatul Ulama di Kecamatan Kromengan dipastikan berlanjut di bawah kepemimpinan petahana. Melalui Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kromengan yang digelar pada Minggu (25/1/2026), KH Abdul Malik dan Gus Dimyati Mabruri kembali dipercaya mengemban amanah sebagai Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah masa khidmat 2026-2031.
Bertempat di Gedung MWCNU Kromengan, acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini berlangsung khidmat dengan dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Kromengan. Semangat kolaborasi sangat terasa melalui tema besar yang diusung: “Sinergi Membangun Ummat: Estafet Perjuangan MWCNU Kromengan.”
Sinergi Ulama dan Umaro
Ketua Panitia Konferensi, M. Gufron, dalam sambutannya menegaskan bahwa tema tersebut bukan sekadar slogan. Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif bahwa NU tidak bisa bergerak sendirian.
“Sinergi berarti kolaborasi antara ulama dan umaro, antara pengurus dan jemaah. Sementara estafet perjuangan bermakna merawat apa yang telah ditanam para sesepuh dengan semangat yang lebih segar, tanpa meninggalkan nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah,” ujar Gufron.
Jalannya Pemilihan: Aklamasi untuk Gus Dimyati
Proses demokrasi warga Nahdliyin ini melewati serangkaian sidang pleno yang dipimpin oleh Khusnul Hakim Syadad. Pada tahap pemilihan Rais Syuriah, musyawarah Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) yang dipimpin oleh Dr. M. Hanif secara mufakat kembali menunjuk KH Abdul Malik untuk memimpin jajaran Syuriah.
Sementara itu, dinamika menarik terjadi pada bursa pemilihan Ketua Tanfidziyah. Sebanyak enam ranting (Jatikerto, Slorok, Ngadirejo, Kromengan, Karangrejo, dan Jambuwer) memberikan hak suaranya dengan hasil sebagai berikut:
• Gus Dimyati: 3 Suara
• Chusaini: 1 Suara
• Muh Shoim: 1 Suara
• Abstain: 1 Suara
Sesuai tata tertib yang mensyaratkan minimal 2 suara untuk sah menjadi calon ketua, maka hanya Gus Dimyati yang memenuhi kriteria tersebut. Hal ini membuat Gus Dimyati terpilih secara aklamasi untuk melanjutkan kepemimpinannya di periode kedua.
Langkah Strategis Formatur
Pasca penetapan, tim formatur yang terdiri dari KH Abdul Malik, Gus Dimyati Mabruri, Jumadi, Samudji, dan Khudori memiliki waktu 30 hari untuk menyusun struktur kepengurusan lengkap. Susunan ini nantinya akan diajukan ke Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) untuk penerbitan Surat Keputusan (SK) resmi.
Konferensi ini diharapkan menjadi momentum penguatan organisasi dalam melayani umat dan memperkokoh benteng ideologi di wilayah Kromengan.

spot_img
spot_img
-- advertisement --spot_img

Artikel Pilihan