back to top
Jumat, Februari 6, 2026

Kader IPPNU Kabupaten Malang, Safira Ainun Ulumiyah Raih Best Favorite Duta IPPNU Jawa Timur 2026

NUMalang.id — Proses tidak pernah mengkhianati hasil. Ungkapan tersebut tercermin dalam perjalanan Rekanita Safira Ainun Ulumiyah, kader IPPNU Kabupaten Malang, yang berhasil meraih gelar Best Favorite Duta PW IPPNU Jawa Timur 2026 dalam ajang Pemilihan Duta IPPNU Jatim 2026. Prestasi ini kian istimewa karena Safira tampil sebagai peserta termuda, dengan usia 16 tahun.

Safira, siswi SMAN 1 Gondanglegi, memulai ikhtiarnya sejak Desember 2025. Di tengah tanggung jawab sebagai pelajar sekaligus peserta ajang duta di tingkat sekolah, ia tetap mantap mengikuti rangkaian seleksi Duta IPPNU Jawa Timur. Proses panjang dan seleksi ketat yang digelar di Surabaya mulai dari tes tulis hingga penampilan bakat dijalani dengan penuh kesungguhan dan niat khidmah.

Masuk sebagai Top 20 perwakilan Kabupaten Malang, Safira tidak sekadar hadir sebagai peserta kompetisi. Ia membawa nilai kaderisasi IPPNU dengan terlibat aktif dalam kegiatan micro teaching dan edukasi digital selama masa karantina. Bagi Safira, menjadi kader IPPNU berarti hadir memberi manfaat, sekaligus menunjukkan bahwa pelajar NU mampu adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan etika dan adab.

“Momen paling krusial adalah saat saya berhenti membandingkan diri dengan orang lain dan mulai fokus pada otentisitas diri. Di situlah saya memahami bahwa Best Favorite bukan tentang popularitas, tetapi tentang sikap, konsistensi, dan ketulusan membangun relasi,” tutur Safira.

Sejak awal, Safira meniatkan target Best Favorite bukan semata mengejar gelar, melainkan sebagai ruang memperluas kebermanfaatan. Dukungan orang tua, sekolah, sahabat, serta keluarga besar IPNU–IPPNU Kabupaten Malang menjadi energi spiritual yang menguatkan langkahnya hingga malam Grand Final.

Pesan orang tua menjadi pengingat penting bagi Safira untuk tetap membumi dalam setiap capaian.

“Lakukan yang terbaik, jangan tegang. Apapun hasilnya, pengalaman ini akan menjadi bekal masa depanmu. Berangkat dengan bismillah, pulang dengan alhamdulillah,” demikian pesan yang terus ia genggam.

Ketua PC IPPNU Kabupaten Malang, Rekanita Ilun, menilai capaian Safira memiliki makna penting bagi proses regenerasi kader pelajar NU di Kabupaten Malang. Menurutnya, prestasi Safira sebagai Best Favorite Duta PW IPPNU Jawa Timur 2026 sekaligus peserta termuda membuktikan bahwa kader IPPNU memiliki ruang luas untuk berkiprah di berbagai bidang.

“Capaian Rekanita Safira ini membuktikan bahwa Kabupaten Malang sudah mulai beregenerasi. Ini juga menjadi bukti bahwa setiap kader IPPNU bisa berkiprah di bidang apa saja, tidak hanya dalam kegiatan rutin dan sholawatan, tetapi juga melalui ajang-ajang prestasi seperti ini,” ujar Rekanita Ilun. (26/01/2026)

Ia menegaskan bahwa PC IPPNU Kabupaten Malang berkomitmen mengawal potensi Safira dengan memberikan dukungan serta ruang aktualisasi yang maksimal, tanpa meninggalkan nilai dan citra IPPNU sebagai organisasi pelajar NU.

“IPPNU akan terus mendukung dan memberikan ruang seluas-luasnya bagi kader untuk berkembang, dengan tetap menjaga adab, etika, dan citra organisasi. Kami sangat bangga apabila capaian ini menjadi contoh bagi generasi muda bahwa IPPNU memiliki nilai-nilai yang mengantarkan kadernya untuk terus berproses dan meraih cita-cita,” tambahnya.

Safira pun menyampaikan pesan kepada rekan dan rekanita IPPNU agar tidak ragu melangkah dan berproses dalam organisasi.

“Jangan takut dengan rasa tidak percaya diri. Provinsi memang terasa luas dan menantang, tetapi IPPNU telah membekali kita dengan nilai, karakter, dan keberanian untuk belajar. Berprestasi bukan soal sempurna, tapi tentang niat khidmah dan konsistensi. Jika niatnya lillah, Allah akan bukakan jalan,” ujarnya.

Safira Ainun Ulumiyah, lahir tahun 2009, kini menapaki fase awal pengabdiannya sebagai kader pelajar NU. Raihan Best Favorite Duta IPPNU Jawa Timur 2026 menjadi penanda bahwa khidmah yang dijalani dengan adab, proses, dan doa akan selalu menemukan jalannya sendiri. Pada malam Grand Final, Safira juga mengenakan blangkon batik Garudeya, ikon batik unggulan asal Kabupaten Malang, sebagai simbol kebanggaan identitas daerah yang ia bawa hingga tingkat provinsi. (*)

Kontributor: Ikbar Zakariya

spot_img
spot_img
-- advertisement --spot_img

Artikel Pilihan