back to top
Jumat, Februari 6, 2026

Penganugerahan Lazisnu Award 2025 Soroti Kiprah MWCNU Kabupaten Malang

Kepanjen, NUMalang.id — Penganugerahan Lazisnu Award ke-3 Tahun 2025 menjadi momentum penguatan khidmah dan kontribusi sosial pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kabupaten Malang. Kegiatan ini ditegaskan tidak sekadar seremoni atau simbol capaian, melainkan pengingat akan tanggung jawab berkelanjutan dalam melayani umat.

Sekretaris LAZISNU PWNU Jawa Timur, Moch. Rofii Boenawi, menyampaikan bahwa Lazisnu Award harus dimaknai sebagai pemantik gerak kolektif pengurus NU di tingkat kecamatan. Menurutnya, apresiasi tersebut diharapkan memperkuat komitmen pengabdian sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal itu disampaikan dalam acara yang digelar di Gedung Serbaguna NU Kepanjen, Ahad (18/1/2026).

Rofii juga menyinggung peran NU Care-LAZISNU yang terus menunjukkan kepedulian kemanusiaan, termasuk dalam respons terhadap bencana di Aceh. Ia mengingatkan agar penghargaan tidak berhenti sebagai kebanggaan institusional, tetapi menjadi energi untuk terus bergerak dan menguatkan mahabbah kepada NU melalui aksi nyata.

Ketua LAZISNU PCNU Kabupaten Malang, Imam Masruri, menilai Lazisnu Award sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi pengurus MWCNU sekaligus dorongan untuk terus berinovasi. Ia menegaskan pentingnya peningkatan kualitas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar LAZISNU semakin adaptif dan relevan menjawab kebutuhan umat, khususnya dalam situasi darurat kebencanaan.

Imam Masruri menyampaikan terima kasih kepada seluruh pengurus dan relawan atas capaian sepanjang 2025 yang diwarnai berbagai prestasi dan penghargaan, baik di tingkat nasional, wilayah, maupun internal organisasi. Menurutnya, capaian tersebut merupakan kebanggaan warga NU Kabupaten Malang, namun sekaligus amanah besar yang harus diiringi tanggung jawab sosial.

Menindaklanjuti amanah Rapat Kerja PCNU ke-2, LAZISNU PCNU Kabupaten Malang memfokuskan program pada penanggulangan kemiskinan ekstrem. Program tersebut antara lain beasiswa santri bagi 56 santri dari 12 MWCNU dengan dukungan Rp350 ribu per santri selama enam bulan, penguatan ekonomi 414 mustahik produktif dari delapan MWCNU melalui program Koin Usaha Nahdlatul Ulama (KUN) bekerja sama dengan BMT NU, serta program bedah rumah bagi 51 penerima manfaat dari 12 MWCNU bekerja sama dengan Baznas dan Bank Mandiri.

Apresiasi juga disampaikan Ketua PCNU Kabupaten Malang, KH. Hamim Kholili, melalui sambutan video karena tengah menunaikan ibadah umrah. Ia mengapresiasi langkah konkret LAZISNU Kabupaten Malang dalam membantu korban bencana Aceh dan berharap Lazisnu Award menjadi pemacu semangat pengurus MWCNU untuk terus meningkatkan pelayanan sosial. Menurutnya, kepedulian tersebut merupakan cerminan kehadiran NU di tengah umat.

Pada kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan piagam Lazisnu Award oleh jajaran pimpinan PCNU bersama perwakilan LAZISNU dan PWNU Jawa Timur. Panitia juga mengumumkan MWCNU dengan perolehan poin tertinggi Lazisnu Award 2025 berdasarkan akumulasi kinerja pengelolaan filantropi.

Pada kategori Pengembangan Koin Signifikan, LAZISNU MWCNU Jabung mencatat 1.557 poin, disusul Karangploso 1.527 poin, dan Ngantang 1.515 poin. Kategori LAZISNU MWCNU Terbaik diraih Lawang dengan 2.028 poin, diikuti Turen 1.966 poin dan Gondanglegi 1.958 poin. Sementara kategori LAZISNU MWCNU Terbaik Harapan masing-masing diraih Singosari 1.897 poin, Bululawang 1.893 poin, dan Pakisaji 1.806 poin.

Imam Masruri menambahkan, penguatan kelembagaan akan terus dilakukan melalui rapat kerja serta pelibatan seluruh unsur PCNU dan MWCNU agar program filantropi NU semakin profesional, adaptif, dan berdampak luas bagi umat. (*)

spot_img
spot_img
-- advertisement --spot_img

Artikel Pilihan