back to top
Jumat, Februari 6, 2026

LESBUMI Pakis Gelar Rutinan Malam Selasa Kliwon sebagai Dakwah Kultural Berbasis Seni dan Spiritualitas

Pakis, NUMalang.id – LESBUMI bersama para pelaku kesenian Kecamatan Pakis kembali menggelar rutinan Malam Selasa Kliwon bertajuk “Anggoro Kasih” di Desa Bunut, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Senin (12/1/2026) malam. Kegiatan ini menjadi ruang dzikir dan ngaji bareng yang memadukan dakwah, seni, dan tradisi budaya lokal.

Acara yang dimulai pukul 19.26 WIB tersebut berlangsung gayeng dan penuh keakraban. Hadir dalam kegiatan ini jajaran MWCNU Pakis, PRNU Bunut, unsur Muspika Kecamatan Pakis, serta masyarakat sekitar. Sejak awal, suasana seni tradisi terasa kuat melalui iringan karawitan dan penampilan pencak silat dor sebagai pembuka acara.

Mayoritas jamaah berasal dari komunitas bantengan, jaranan, pendekar pencak silat lintas aliran, serta para pelaku seni yang selama ini aktif di wilayah Pakis dan sekitarnya. Rutinan ini telah berjalan sejak awal 2024 dan menjadi media silaturahmi antarpelaku seni sekaligus sarana dakwah kultural berbasis nilai-nilai keislaman.

Rangkaian kegiatan diawali dengan tawasul, tahlil, dan umbul dungo, kemudian dilanjutkan dengan ngaji Kitab Arbain Nawawi yang dibacakan secara bertahap dan rutin. Melalui ngaji tersebut, para pelaku seni diajak untuk tetap menjaga tradisi keilmuan dan spiritualitas, bahwa berkesenian tidak menjauhkan dari nilai mengaji dan keagamaan.

Selain itu, kegiatan ini juga diisi dengan Ngaji Kebudayaan yang dikemas dalam diskusi dan tanya jawab. Forum ini menjadi ruang refleksi bersama untuk menjembatani dunia kesenian dengan kultur Nahdlatul Ulama yang menjunjung tinggi tradisi mengaji, musyawarah, dan kearifan lokal.

Dalam tradisi Jawa, Malam Selasa Kliwon atau Anggoro Kasih dimaknai sebagai malam penuh kasih sayang dan memiliki nilai spiritual yang kuat. Malam ini kerap dijadikan momentum riyadhoh, wirid, dan dzikir sebagai ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT, sekaligus menjaga harmoni sosial melalui tradisi berbagi dan sedekah.

Melalui rutinan ini, LESBUMI membawa misi untuk mensanadkan kembali seni dan budaya sesuai dengan akar spiritualnya. Upaya tersebut sejalan dengan rekomendasi Rakornas LESBUMI VI di Pondok Pesantren Kaliopak, Yogyakarta, tahun 2021, dengan tema “Jalan Kebudayaan Berbasis Ketauhidan”, sebagai ikhtiar meneguhkan seni dan budaya Nusantara agar tetap berpijak pada nilai tauhid dan warisan para Wali. (*)

Kontributor: Abdul Azis Syafi’i

spot_img
spot_img
-- advertisement --spot_img

Artikel Pilihan