back to top
Jumat, Februari 6, 2026

HIDMAT Perdana PAC Muslimat Wajak, Ribuan Perempuan NU Padati Masjid Kidangbang

Wajak, NUMalang.id — Ribuan perempuan Nahdlatul Ulama (NU) memadati Masjid Sabilul Huda Asy’ariyyah, Desa Kidangbang, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Selasa (6/1/2026). Sejak siang hari, jamaah terus berdatangan, menandai kuatnya semangat dakwah dan pembinaan keagamaan perempuan NU di tingkat akar rumput.

Kegiatan yang dikemas dalam Himpunan Da’iyyah Muslimat (HIDMAT) tersebut merupakan pelaksanaan perdana yang digelar oleh Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Wajak. Jumlah peserta yang mencapai sekitar 1.000 orang bahkan melampaui perkiraan panitia. Seluruh peserta berasal dari anggota Muslimat NU se-Kecamatan Wajak.

Antusiasme tinggi tersebut mencerminkan bahwa ruang pembinaan keagamaan sekaligus konsolidasi organisasi perempuan NU masih relevan dan dibutuhkan, di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. Melalui HIDMAT, Muslimat NU berupaya menjaga kesinambungan dakwah yang berakar pada nilai keislaman dan kebangsaan.

HIDMAT perdana ini mengusung tema “Perempuan Berdaya, Negara Berjaya”. Tema tersebut menegaskan komitmen Muslimat NU dalam memperkuat peran perempuan, tidak hanya dalam dimensi spiritual, tetapi juga sosial dan kebangsaan. Sepanjang kegiatan, suasana berlangsung khidmat, tertib, dan penuh kekhusyukan.

Ketua HIDMAT PAC Wajak, Nyai Hj. Suswati, menjelaskan bahwa HIDMAT dirancang sebagai ruang pembinaan ruhani sekaligus penguatan gerakan Muslimat NU di tingkat basis. Menurutnya, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat dakwah yang berkelanjutan di kalangan perempuan NU.

“Melalui HIDMAT ini, kami berharap Muslimat semakin bersemangat menebar kebaikan dan menjaga marwah Muslimat sebagai bagian dari Nahdlatul Ulama,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan dimulai selepas Salat Zuhur dengan khatmil Al-Qur’an yang dipimpin para hafidzah PAC Muslimat Wajak. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan, Salat Taubat dan Salat Hajat, Salat Asar berjamaah, tausiyah, serta ditutup dengan doa bersama. Ketua Ranting Muslimat setempat, Mariatul Qibtiya, menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada rantingnya sebagai tuan rumah dan berharap HIDMAT dapat terus berjalan secara istiqamah.

Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Wajak, KH Fadhli Adhim. (Foto: numalang.id)

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Wajak, KH Fadhli Adhim, menekankan pentingnya keterhubungan antara badan otonom NU dan struktur organisasi. Ia mengingatkan bahwa kemandirian Banom harus tetap berjalan seiring dengan komunikasi dan sinergi bersama NU sebagai organisasi induk.

“Banom itu berdiri sendiri dan bertanggung jawab atas kegiatannya. Namun, hubungan dengan NU sebagai induk organisasi harus tetap dijaga,” ujarnya, yang disampaikan dengan gaya santai dan disambut tawa jamaah.

KH Fadhli Adhim menambahkan, setiap kegiatan Banom idealnya dikomunikasikan dengan struktur NU. Sementara itu, lembaga yang berada langsung di bawah NU, seperti LDNU, RMI, dan LTM, diharapkan melibatkan pimpinan MWCNU dalam setiap aktivitas agar tertib jam’iyyah tetap terjaga.

Pelaksanaan HIDMAT perdana ini menegaskan bahwa denyut organisasi Muslimat NU di tingkat kecamatan masih terawat dengan baik. Lebih dari sekadar kegiatan keagamaan, HIDMAT menjadi ruang perjumpaan sosial, konsolidasi organisasi, serta peneguhan peran perempuan NU dalam merawat nilai keislaman, kebangsaan, dan kebersamaan jam’iyyah.

Ke depan, PAC Muslimat NU Kecamatan Wajak menargetkan HIDMAT sebagai agenda rutin bulanan. Langkah ini dipandang sebagai ikhtiar menjaga kesinambungan dakwah perempuan sekaligus memperkuat sinergi antara badan otonom dan struktur NU di tingkat kecamatan. (*)

Kontributor: Achmad Fauzan

spot_img
spot_img
-- advertisement --spot_img

Artikel Pilihan