Poncokusumo, NUMalang.id — Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Kecamatan Poncokusumo menggelar GISAFA (Giat Anjangsana Fatayat NU) yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus PAC Fatayat NU Poncokusumo serta peringatan Hari Ibu, Senin (29/12/2024). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 WIB di Desa Pandansari ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus peneguhan arah regenerasi kader perempuan Nahdlatul Ulama di tingkat kecamatan.
Ratusan kader Fatayat NU yang terdiri atas pengurus ranting se-Kecamatan Poncokusumo hadir mengikuti kegiatan tersebut. Selain memperkuat silaturahmi kader, agenda ini menandai keberlanjutan gerakan Fatayat NU dalam merawat kaderisasi perempuan muda NU yang berakar pada nilai Aswaja an-Nahdliyah.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Ketua Tanfidziyah dan Rais Syuriyah MWC NU Poncokusumo, Ketua MUI Kecamatan Poncokusumo, Camat Poncokusumo, Kepala Desa Pandansari, PAC Muslimat NU Poncokusumo, PR Muslimat NU Pandansari, serta jajaran PAC dan PR Fatayat NU se-Kecamatan Poncokusumo.
Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Malang, Khirirotin Nasicha, S.Si, dalam sambutannya menekankan bahwa momentum Hari Ibu perlu dimaknai sebagai refleksi peran strategis perempuan dalam membangun peradaban. Menurutnya, keibuan dalam perspektif NU tidak hanya bersifat biologis, melainkan mencakup tanggung jawab nilai dan pendidikan.
“Ibu adalah madrasah pertama. Dari rahim dan didikan ibu lahir nilai, adab, dan orientasi hidup. Karena itu, berkhidmat di Fatayat NU sejatinya merupakan ikhtiar merawat peradaban melalui jalur kaderisasi perempuan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga khidmat organisasi agar tetap berpijak pada ideologi Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah. Menurutnya, keterbukaan organisasi harus dibarengi dengan keteguhan manhaj agar Fatayat NU tetap memiliki garis juang yang jelas.
“Fatayat NU harus menjadi ruang tumbuh kader yang kokoh secara nilai, matang secara nalar, dan jelas orientasi gerakannya,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PAC Fatayat NU Poncokusumo, Nuzul Fikriyah, S.Pd, menjelaskan bahwa GISAFA merupakan program rutin bulanan yang menyasar ranting-ranting sebagai upaya penguatan basis kader di tingkat akar rumput. Program ini dirancang untuk menjaga kedekatan struktural sekaligus memastikan keberlangsungan kaderisasi.
Selain GISAFA, PAC Fatayat NU Poncokusumo juga secara konsisten menjalankan kegiatan santunan yatim dan dhuafa setiap bulan sebagai wujud khidmat sosial organisasi. Di bidang pemberdayaan ekonomi, PAC Fatayat NU mendorong penguatan kemandirian kader melalui pengembangan UMKM.
UMKM PAC Fatayat NU Poncokusumo dan UMKM Desa Pandansari diberikan ruang untuk berkolaborasi dalam berbagai kegiatan, termasuk agenda berskala akbar. Ke depan, PAC Fatayat NU Poncokusumo berencana membentuk grup khusus kemandirian ekonomi sebagai wadah penguatan jejaring dan peningkatan kapasitas usaha kader.
Dalam kesempatan tersebut, Nuzul Fikriyah juga memperkenalkan sejumlah lembaga dan forum pendukung gerakan Fatayat NU, antara lain GARFA, LKP3A, FORDAF, dan IHF. Lembaga-lembaga ini diharapkan menjadi instrumen penguatan advokasi, pemberdayaan, serta perlindungan perempuan dan anak di tingkat lokal.
Pelantikan PAC Fatayat NU Poncokusumo ini menegaskan peran Fatayat NU sebagai ruang kaderisasi perempuan muda NU yang memadukan khidmat sosial, keteguhan ideologis, dan pemberdayaan ekonomi, sejalan dengan nilai dan tradisi Nahdlatul Ulama.
Kontributor: NIA




