Malang, NUMALANG.ID — Wakil Sekretaris PCNU Kabupaten Malang, Ustaz Fachris Affandi, mengajak umat Islam untuk lebih bijak dalam mengelola waktu sebagai amanah dari Allah SWT. Pesan tersebut disampaikan dalam Ngaji Kitab Bidayatul Hidayah karya Imam Al-Ghazali yang disiarkan secara daring melalui kanal YouTube NUMALANG.ID, dalam kajian rutin Sabtu sore bersama Lembaga Dakwah PCNU Kabupaten Malang.
Dalam kajiannya, Ustaz Affan menjelaskan bahwa Imam Al-Ghazali memberikan perhatian besar terhadap manajemen waktu sehari semalam. Menurut beliau, dalam satu hari terdapat 24 jam yang harus dimanfaatkan secara seimbang antara ibadah, aktivitas duniawi, dan waktu istirahat.
“Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa waktu tidur, baik siang maupun malam, sebaiknya tidak lebih dari delapan jam. Jika seseorang hidup selama 60 tahun dan sepertiga waktunya dihabiskan hanya untuk tidur, berarti ia telah menyia-nyiakan sekitar 20 tahun dari umurnya,” terang Ustaz Affan.
Penjelasan tersebut, lanjutnya, menjadi pengingat bahwa tidur memang merupakan kebutuhan manusia. Namun, jika dilakukan secara berlebihan, hal itu dapat mengurangi kesempatan beramal dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena itu, Islam mengajarkan keseimbangan dan tidak menganjurkan sikap berlebih-lebihan.
Lebih lanjut, Imam Al-Ghazali menganjurkan agar seorang Muslim yang hendak tidur memiliki niat untuk bangun di malam hari guna menunaikan ibadah sunah. Setelah itu, ia dapat kembali tidur dan bangun sebelum waktu Subuh.
“Ketika engkau hendak tidur, bersiwaklah dan bersucilah. Kemudian berniatlah untuk salat malam dan bangun sebelum Subuh,” ujar Ustaz Affan mengutip pesan Imam Al-Ghazali dalam Bidayatul Hidayah.
Ia menambahkan bahwa dua rakaat salat setelah bangun tidur di malam hari merupakan perbendaharaan terbaik yang dapat disimpan oleh seorang hamba. Perbendaharaan tersebut kelak akan sangat dibutuhkan ketika manusia telah meninggalkan kehidupan dunia.
“Ketika seseorang wafat, harta dunia tidak lagi berguna. Yang menjadi bekal hanyalah amal ibadah yang telah dikumpulkan selama hidupnya,” tegasnya.
Melalui kajian ini, Ustaz Affan mengajak jamaah untuk mulai menata ulang kebiasaan sehari-hari, khususnya dalam memanfaatkan waktu malam. Dengan manajemen waktu yang baik, seorang Muslim tidak hanya menjadi pribadi yang lebih produktif, tetapi juga semakin dekat kepada Allah SWT.
Kajian Kitab Bidayatul Hidayah ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran spiritual umat agar tidak menyia-nyiakan waktu, melainkan menjadikannya sebagai sarana memperbanyak amal saleh dan menyiapkan bekal terbaik menuju kehidupan akhirat.




