back to top
Sabtu, Januari 10, 2026

Pentingnya Ilmu, Catatan, dan Kesungguhan dalam Menuntut Ilmu

Malang, NUMALANG.ID — Pengurus Lembaga Dakwah PCNU Kabupaten Malang, Ustadz Amin Ma’ruf, menegaskan pentingnya menjaga tradisi keilmuan dalam Islam melalui penguatan adab, kesungguhan, dan kebiasaan mencatat ilmu. Hal itu disampaikan dalam Ngaji Kitab Ta’limul Muta’allim karya Syekh Az-Zarnuji yang disiarkan secara daring melalui kanal YouTube NUMALANG.ID, dalam kajian rutin Sabtu sore bersama Lembaga Dakwah PCNU Kabupaten Malang.

Dalam kajiannya, Ustadz Amin mengutip sabda Nabi Muhammad SAW yang menekankan pentingnya alat tulis sebagai sarana penjaga ilmu. Dalam pesan tersebut, Nabi SAW mengingatkan agar seseorang tidak berpisah dari mihbarah (tempat tinta atau alat tulis), karena di dalamnya tersimpan banyak kebaikan yang akan terus mengalir hingga hari kiamat.

Pesan Nabi tersebut, menurut Ustadz Amin, menunjukkan bahwa Islam sejak awal sangat menjunjung tinggi tradisi literasi dan pencatatan ilmu. Bahkan, Al-Qur’an sendiri menegaskan kemuliaan ilmu melalui penyebutan qalam (pena) sebagai simbol peradaban dan pengetahuan.

“Ilmu yang dicatat akan lebih terjaga. Catatan itu menjadi kebaikan yang tersimpan dan bisa terus memberi manfaat, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain,” jelasnya.

Ustadz Amin juga menyampaikan pesan hikmah dari para ulama terdahulu tentang metode menuntut ilmu. Ia menuturkan kisah Kiai Khodrusahid Khusamuddin yang berwasiat kepada putranya, Kiai Syamsuddin, agar memperkuat hafalan dengan cara menambah sedikit demi sedikit, ringan namun berkelanjutan.

“Tambahan hafalan yang kecil tetapi rutin, dalam waktu singkat akan menjadi banyak. Inilah kunci keberhasilan dalam menuntut ilmu,” ungkapnya.

Selain itu, ia mengisahkan keteladanan Kiai Ishomuddin Yusuf yang rela membeli pulpen dengan harga cukup mahal. Tujuannya bukan untuk bermegah-megahan, melainkan sebagai sarana mendokumentasikan ilmu dan hal-hal berharga agar tidak hilang begitu saja, mengingat usia manusia yang sangat terbatas.

Menurut Ustadz Amin, kisah-kisah tersebut mengajarkan bahwa menuntut ilmu bukan hanya soal mendengar dan menghafal, tetapi juga menjaga, mencatat, dan menghargai ilmu sebagai amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban.

Kajian Ta’limul Muta’allim ini menjadi pengingat penting bagi para penuntut ilmu agar tidak meremehkan hal-hal kecil, seperti mencatat dan mengulang pelajaran. Sebab, dari kebiasaan sederhana itulah lahir tradisi keilmuan yang kuat dan berkelanjutan.

Melalui kajian rutin ini, Lembaga Dakwah PCNU Kabupaten Malang berharap semangat menuntut ilmu yang berlandaskan adab dan ketekunan dapat terus hidup, khususnya di tengah tantangan zaman yang serba cepat dan instan.

spot_img
spot_img
-- advertisement --spot_img

Artikel Pilihan