back to top
Sabtu, Januari 10, 2026

Keutamaan Salat Malam sebagai Bekal Menuju Akhirat

Malang, NUMALANG.ID — Wakil Katib PCNU Kabupaten Malang, KH Agus Wahono, mengajak umat Islam untuk kembali menata orientasi hidup dengan memperbanyak amal ibadah sebagai bekal menuju akhirat. Pesan tersebut disampaikan dalam Ngaji Kitab Kifayatul Athqiya’ yang disiarkan secara daring melalui kanal YouTube NUMALANG.ID, hasil kerja sama dengan Lembaga Dakwah PCNU Kabupaten Malang, Sabtu sore.
Dalam kajiannya, KH Agus Wahono menegaskan bahwa kehidupan akhirat bersifat kekal dan mulia, jauh melampaui kenikmatan dunia yang sementara. Oleh karena itu, manusia dituntut untuk mempersiapkan diri dengan amal saleh sejak masih hidup di dunia.
“Salah satu bekal penting menuju akhirat adalah salat sunnah, khususnya dua rakaat yang dikerjakan pada waktu malam. Salat nawafil ini adalah investasi ibadah yang kelak akan kita petik hasilnya saat menghadap Allah SWT,” tutur KH Agus.
Ia mengingatkan bahwa pada hari akhir kelak, tidak ada satu pun yang dapat menolong manusia kecuali amal ibadahnya sendiri. Tanpa persiapan yang matang, manusia akan menghadapi penyesalan karena tidak memiliki cukup bekal di hadapan Allah SWT.
Merujuk pada keterangan dalam kitab Kifayatul Athqiya’, KH Agus menjelaskan bahwa dua rakaat salat di tengah malam ibarat harta simpanan di gudang kebaikan. Karena itu, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak “tabungan” amal selama masih diberi kesempatan hidup di dunia.
“Selama kita masih diberi kekuatan dan umur oleh Allah, manfaatkanlah kesempatan itu untuk meningkatkan ibadah dan mendekatkan diri kepada-Nya. Perbanyaklah salat sunnah dan amal kebajikan,” pesannya.
KH Agus juga mengutip sabda Nabi Muhammad SAW kepada Abu Dzar, bahwa seseorang yang hendak melakukan perjalanan jauh hendaknya membawa bekal yang cukup agar tidak menyesal di kemudian hari. Bekal tersebut, menurutnya, adalah amal saleh yang akan menyelamatkan manusia di akhirat.
Dalam hadis lain, Rasulullah SAW menegaskan pentingnya qiyamul lail atau salat malam. Salat malam merupakan kebiasaan orang-orang saleh terdahulu, dapat mencegah perbuatan dosa, menghapus keburukan, serta menjadi sebab terjaganya kesehatan jasmani.
“Dua rakaat salat di waktu malam itu lebih baik daripada dunia dan segala isinya. Seandainya tidak memberatkan umatku, niscaya salat malam akan diwajibkan,” jelas KH Agus mengutip sabda Nabi SAW.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Allah SWT membanggakan hamba-hamba-Nya yang menunaikan salat malam di hadapan para malaikat. Mereka adalah orang-orang yang rela meninggalkan kenyamanan tidur demi bermunajat kepada Allah di sepertiga malam.
Selain salat malam, KH Agus juga menekankan keutamaan istigfar. Menurutnya, setiap permohonan ampun yang dipanjatkan kepada Allah untuk kaum mukminin dan mukminat akan dicatat sebagai kebaikan.
“Siapa yang membiasakan istigfar, doanya akan dikabulkan dan rezekinya akan dilapangkan. Bahkan, membaca istigfar sebanyak tiga kali dengan lafaz astaghfirullah al-adzim alladzi la ilaha illa huwa al-hayyu al-qoyyum wa atubu ilaihi dapat menjadi sebab dihapusnya dosa,” pungkasnya.

Kajian rutin Kitab Kifayatul Athqiya’ ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran spiritual umat untuk lebih memaknai ibadah, memperbanyak amal saleh, dan menyiapkan bekal terbaik menuju kehidupan akhirat yang abadi.

spot_img
spot_img
-- advertisement --spot_img

Artikel Pilihan