back to top
Minggu, Januari 11, 2026

Hari Ibu 2025: Memuliakan Ibu adalah Menjaga Marwah dan Kebahagiaannya

Hari Ibu seharusnya tidak berhenti pada bunga, ucapan manis, dan potret sentimental yang berumur sehari. Bagi umat Islam terutama warga Nahdlatul Ulama Hari Ibu 2025 layak dimaknai sebagai ruang muhasabah sosial: sejauh mana ibu benar-benar dimuliakan dalam kehidupan nyata, bukan sekadar diagungkan dalam kata-kata. Apakah ibu dihormati sebagai manusia utuh yang berhak bahagia, atau justru dibebani oleh mitos pengorbanan tanpa batas yang perlahan mengikis martabat dan ketenteraman jiwanya.

Islam menempatkan ibu pada kedudukan yang agung dan tak tergantikan. Al-Qur’an tidak memuliakan ibu dengan metafora kosong, melainkan dengan pengakuan jujur atas beratnya perjuangan yang ia tanggung. Allah berfirman:

Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.”
(QS. Luqman: 14)

Ayat ini, sebagaimana dijelaskan dalam Tafsir Ibnu Katsir, merupakan pengakuan ilahi atas penderitaan fisik dan psikologis seorang ibu—penderitaan yang tidak dapat disepadankan dengan peran mana pun. Karena itu, penghormatan kepada ibu bukanlah basa-basi emosional, melainkan kewajiban moral dan spiritual yang melekat pada iman seorang muslim.

Rasulullah ﷺ menegaskan kemuliaan itu dengan penekanan yang tak menyisakan ruang tawar-menawar. Ketika ditanya siapa yang paling berhak mendapatkan bakti, beliau menjawab: “Ibumu, kemudian ibumu, kemudian ibumu, lalu ayahmu.” (HR. Bukhari dan Muslim). Hadis ini menegaskan bahwa kemuliaan ibu bersifat struktural dalam ajaran Islam bukan sekadar luapan rasa haru atau romantisme sesaat.

Namun, realitas sosial kerap berjalan pincang. Ibu sering dipuja sebagai simbol keikhlasan, tetapi pada saat yang sama dipaksa menanggung beban berlapis tanpa dukungan yang adil. Kesabaran dan keikhlasan dijadikan mantra, seolah penderitaan adalah takdir abadi yang tidak boleh dipersoalkan, apalagi diupayakan perbaikannya. Di titik inilah kemuliaan berubah menjadi penindasan yang terselubung.

Padahal, Islam menegaskan prinsip luhur lā ḍarar wa lā ḍirār—tidak boleh ada bahaya dan saling membahayakan. Kaidah fikih yang akrab di kalangan ulama NU ini menolak segala praktik sosial yang menyakiti, baik secara fisik maupun batin, termasuk ketika penderitaan itu dibungkus atas nama peran dan pengabdian ibu.

Memasuki tahun 2025, tantangan ibu kian kompleks. Ia bukan hanya madrasah pertama bagi anak-anaknya, tetapi juga penjaga nilai di tengah derasnya arus digital, krisis keteladanan, dan perubahan budaya yang cepat. Peran ini menuntut kecakapan intelektual, ketangguhan emosional, dan kedalaman spiritual. Tanpa dukungan keluarga dan masyarakat, peran mulia ini berpotensi berubah menjadi beban yang melelahkan.

KH. Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) kerap mengingatkan bahwa agama tidak boleh menjauhkan manusia dari kemanusiaannya. Dalam konteks ini, memuliakan ibu berarti menjaga kemanusiaannya: mengakui haknya untuk bahagia, belajar, tumbuh, dan didukung—bukan sekadar dituntut untuk selalu kuat.

Dalam tradisi Islam dan NU, konsep maslahah menjadi fondasi penting. Kebahagiaan ibu adalah bagian dari kemaslahatan keluarga dan masyarakat. Ibu yang sehat secara mental dan spiritual akan lebih mampu membangun keluarga sakinah dan melahirkan generasi yang matang akhlaknya serta kuat nilai kemanusiaannya.

Maka, Hari Ibu 2025 semestinya menjadi titik balik cara pandang. Memuliakan ibu tidak cukup dengan perayaan tahunan dan ungkapan puitis. Ia harus hadir dalam pembagian peran yang adil di dalam keluarga, lingkungan sosial yang menghargai pilihan hidup ibu, serta kebijakan publik yang sungguh-sungguh berpihak pada kesejahteraan perempuan dan anak.

Pada akhirnya, memuliakan ibu adalah menjaga marwahnya. Dan menjaga marwah ibu berarti menjaga masa depan umat. Sebab dari ibu yang dimuliakan dan dibahagiakan, akan lahir generasi yang kuat iman, matang akhlak, dan siap mengabdi bagi agama dan bangsa.

Kontributor: Fitroturohmawati/PAC Fatayat NU Kepanjen

spot_img
spot_img
-- advertisement --spot_img

Artikel Pilihan