back to top
Sabtu, Januari 10, 2026

Sarkub Malang Raya Gelar Ziarah Budaya di Makam Ki Ageng Gribik

Kedungkandang, NUMalang.id — Komunitas Sobo Kuburan (Sarkub) Malang Raya kembali menggelar ziarah budaya di kompleks Makam Ki Ageng Gribik, Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Rabu (26/11/2025) malam. Kegiatan yang dimulai pukul 21.00 WIB itu berlangsung khidmat dan diikuti puluhan jamaah dari berbagai wilayah Malang Raya.

Bagi warga Nahdliyyin, ziarah bukan sekadar tradisi turun-temurun. Ia menjadi wasilah untuk merawat hubungan ruhani dengan para pendahulu yang berjasa membumikan Islam di bumi Nusantara. Di Malang Raya, makam Ki Ageng Gribik telah lama menjadi salah satu titik penting perjalanan dakwah yang menyatu dengan budaya lokal.

Ziarah yang digelar Sarkub ini kembali menegaskan bahwa tradisi adalah jembatan ingatan antara generasi kini dan generasi para leluhur. Dalam perspektif Islam Nusantara, ziarah menjadi ruang untuk memperkuat kesadaran sejarah, etika silaturahmi, serta kontemplasi diri.

Tradisi tersebut juga mengajarkan nilai-nilai penghormatan, tawadhu’, dan rasa syukur. Di hadapan makam para wali, manusia belajar tentang arti pengabdian dan kebijaksanaan yang diwariskan dari masa ke masa.

Koordinator Sarkub Malang Raya, Ustadz Soleh, berharap tradisi ziarah budaya seperti ini dapat terus berjalan dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Semoga kegiatan ini istiqomah dan membawa berkah bagi warga Malang Raya,” ujarnya.

Ketua Pagar Nusa Kabupaten Malang, Gus Ipul, menegaskan pentingnya memberikan pemahaman sejarah kepada generasi muda melalui tradisi budaya Islam Nusantara.

“Silaturahmi dan pelestarian tradisi penting agar anak-cucu tahu sejarah leluhur. Inilah identitas kita sebagai bangsa dan sebagai warga Nahdliyyin,” ungkapnya.

Sementara itu, Mbah Klunung merupakan pegiat budaya dan praktisi spiritual, menyebut bahwa ziarah adalah ruang untuk memahami sisi batin dan kearifan lokal yang menjadi ciri Islam di Jawa.

Ziarah kali ini juga menjadi momentum untuk mengingatkan kembali pentingnya menjaga kelestarian situs makam Ki Ageng Gribik. Dalam beberapa pekan terakhir, kawasan tersebut menjadi sorotan karena polemik terkait keamanan dan kondisi fisik makam.

Sarkub dan para penggerak budaya menilai, sudah semestinya ada langkah bersama dalam:

1. Menjaga fisik situs makam,

2. Memperkuat keamanan kawasan,

3. Serta menyusun aturan budaya untuk melindungi warisan leluhur.

Di banyak daerah, makam tokoh penyebar Islam dianggap sebagai situs peradaban. Malang Raya pun tidak berbeda. Merawat makam berarti merawat mata rantai sejarah kebaikan yang ditinggalkan para wali dan ulama terdahulu.

Di tengah derasnya arus perubahan sosial dan digital, tradisi ziarah menjadi satu dari sedikit ruang hening yang mengajak umat untuk kembali kepada jati diri, sejarah, dan akhlak para leluhur. Ziarah bukan hanya perjalanan fisik, tetapi perjalanan batin untuk memperkuat keimanan dan kecintaan kepada para pewaris risalah Nabi.

Kegiatan ziarah Sarkub Malang Raya malam itu ditutup dengan tahlil, doa bersama, dan pembacaan wirid sebagai bentuk penghormatan sekaligus harapan agar nilai-nilai Islam Nusantara tetap hidup di bumi Arek Malang.

Kontributor: Saiful Anam

spot_img
spot_img
-- advertisement --spot_img

Artikel Pilihan