Dampit, NU Malang – Suasana penuh kebersamaan dan kehangatan terpancar dari kegiatan “Berbagi Takjil Berkah” yang digelar oleh beberapa perguruan silat di Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, pada Selasa (25/03/2025). Acara ini diinisiasi oleh tiga perguruan besar, yaitu Pagar Nusa, Persaudaraan Setia Hati Winongo (PSHW), dan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), sebagai bentuk nyata mempererat tali silaturahmi antarperguruan dalam bingkai persatuan.
Kegiatan ini melibatkan lebih dari 100 pendekar silat dari berbagai perguruan yang turun langsung ke jalan untuk membagikan takjil kepada para pengguna jalan di depan Kantor Kecamatan Dampit. Para peserta, baik dari kalangan santri, pendekar muda, maupun senior, berbaur dengan penuh semangat kebersamaan.
Kolaborasi ini bertujuan untuk menanamkan nilai persaudaraan, menghilangkan stigma persaingan negatif antarperguruan, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah. Dengan berbagi takjil kepada masyarakat, perguruan silat ingin menunjukkan bahwa mereka bukan hanya memiliki keterampilan bela diri, tetapi juga menjunjung tinggi nilai sosial dan kepedulian.
Kegiatan ini berlangsung pada Selasa sore, tepat menjelang waktu berbuka puasa, di depan Kantor Kecamatan Dampit. Lokasi ini dipilih karena merupakan titik strategis yang ramai dilalui oleh masyarakat setempat.
Camat Dampit, Abai Saleh, dalam sambutannya menyatakan harapannya agar kegiatan semacam ini terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak perguruan di tahun-tahun mendatang. Ia menekankan pentingnya sikap saling rukun dan bersatu dalam bingkai kebersamaan, sehingga tidak ada lagi permusuhan atau rivalitas yang tidak sehat antarperguruan.
“Saling rukun dan kolaborasi seperti inilah yang sangat saya harapkan. Semoga tahun depan perguruan lain yang belum ikut serta dapat bergabung dan meramaikan kegiatan ini,” ujarnya.
Antusiasme masyarakat sangat tinggi. Para pengendara yang melintas dengan senang hati menerima takjil yang dibagikan oleh para pendekar silat. Hal ini menunjukkan bahwa keberadaan perguruan silat tidak hanya diidentikkan dengan kompetisi, tetapi juga memiliki peran sosial yang besar.
Firman Firdaus, salah satu pelatih sekaligus tokoh rohis Pagar Nusa PAC Kecamatan Dampit, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk pernyataan sikap bahwa perguruan silat di Dampit harus tetap rukun dan menjauhi segala bentuk anarkisme atau diskriminasi.
“Kolaborasi ini sengaja kami buat untuk memberikan pesan bahwa perguruan silat di Dampit harus menjaga kerukunan dan tidak boleh ada yang anarkis atau saling mendiskriminasi,” tegasnya.
Dengan semangat kebersamaan dan keinginan untuk terus menjaga harmoni, diharapkan kegiatan serupa dapat terus berlangsung dan menjadi agenda tahunan. Perguruan silat di Dampit tidak hanya menjadi wadah pembelajaran bela diri, tetapi juga tempat untuk menumbuhkan nilai persaudaraan dan kepedulian sosial.
Pewarta: Ali Rofik