back to top
Jumat, April 4, 2025

Penutupan Kilatan Ramadhan MI Walisongo: Menumbuhkan Semangat Religius dan Kebersamaan

Arjowilangun, NU Malang – Kilatan Ramadhan MI Walisongo berlangsung meriah di halaman sekolah, pada Rabu (19/3/2025). Kegiatan yang digelar oleh MI Walisongo ini menjadi puncak dari rangkaian acara selama bulan suci Ramadhan, diikuti dengan penuh antusiasme oleh siswa-siswi RA Dewi Masithah 05 dan MI Walisongo Lodalem.

Rangkaian kegiatan Pondok Kilatan Ramadhan ini dimulai dengan penampilan seni dari para siswa, yang sebelumnya telah berpartisipasi dalam kompetisi PORSENI tingkat kecamatan. Penampilan yang menggembirakan ini menjadi salah satu daya tarik utama acara tersebut.

Tampilan Surah-Surah Pendek Juz Amma dari siswa-siswi RA Dewi. (Foto: numalang.id) Mashitoh 05

Di penghujung acara, hadir Ustadz Nurhadi, salah satu guru di MI Walisongo, yang memberikan mauidhoh hasanah kepada seluruh peserta, memberikan pesan-pesan religius untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah.

Kepala Sekolah MI Walisongo, Siti Choerul Bariyah, S.Pd.I, dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan seperti ini dalam menumbuhkan karakter religius di kalangan siswa sejak dini.

“Dengan suasana yang penuh semangat dan kebersamaan, Pondok Kilatan Ramadhan ini diharapkan mampu memperkuat keimanan dan ketaqwaan siswa, serta membentuk karakter religius yang kokoh,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa tujuan dari kegiatan ini bukan hanya untuk dilaksanakan pada bulan Ramadhan saja, tetapi agar dapat berlanjut dan diterapkan sepanjang tahun. “Bulan suci Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk mendidik generasi muda, namun semangat ini harus tetap terjaga setelah Ramadhan berlalu,” tambahnya.

Ustadz Nurhadi, salah satu guru di MI Walisongo, yang memberikan mauidhoh hasanah kepada seluruh peserta. (Foto: numalang.id)

Dengan harapan agar acara seperti ini bisa terus berlangsung dan memberikan dampak positif, MI Walisongo berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan yang dapat mempererat ikatan kebersamaan dan keimanan antar siswa-siswi serta masyarakat sekitar.

Selain memberikan pengetahuan agama, kegiatan ini juga memberi kesempatan bagi siswa untuk menunjukkan bakat seni mereka, yang menambah semarak suasana. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan khidmat, dan para peserta menunjukkan rasa syukur atas kesempatan menjalani ibadah Ramadhan bersama di sekolah.

Kegiatan Pondok Kilatan Ramadhan di MI Walisongo ini menjadi simbol bahwa pendidikan agama yang berkelanjutan tidak hanya dibangun melalui pengajaran di kelas, tetapi juga melalui kegiatan-kegiatan yang menyentuh aspek spiritual siswa.

spot_img
spot_img
-- advertisement --spot_img

Artikel Pilihan